Belitangku Nan Subur
Lama juga tidak melihat Belitang, kampung kelahiranku. Rasa rindu selalu saja mengelayutiku. Walaupun baru dua tahun saya tidak pulang kampung, tetapi rasanya sudah berpuluh-puluh tahun. Saya hanya mendegar cerita tentang Belitang dari orang-orang kampung yang datang ke sini. Dari merekalah saya banyak mendapatkan informasi bahwa Belitang sekarang sudah jauh maju di bandingkan beberapa tahun yang lalu. Salah satunya karena kepemimpinan bupati yang baru, Bapak H. Herman Deru, SH, MM. Mereka bilang, “kamu akan kaget kalau pulang ke Belitang, apalagi melihat Gumawang (Ibu Kota Belitang) yang semakin maju.
Dan memang begitu adanya. Dari setiap saudara yang datang ke Jakarta selalu menceritakan tentang perubahan Belitang yang semakin maju. Tetapi saya tidak tahu, apakah kemajuan dari segi pembangunan tersebut juga di barengi dengan tingkat kesejahteraan masyarakatnya. Apakah tingkat keamanannya sudah tidak terlalu mengerikan seperti saat-saat dulu. Seperti yang pernah saya tulis di blog ini, Awas Ada Grandong di Belitang. Apakah penduduk Belitang sudah tidak ada lagi yang makan nasi tiwul, nasi oyek, di saat paceklik datang. Harapan saya, semoga perubahan yang terjadi saat ini juga di barengi dengan kemajuan di sektor-sektor yang lain.
Pak Sugiarto, ya Bapak yang satu ini belum lama saya kenal. Suatu hari dia kasih komentar di blog ini. Dan ternyata dia juga orang Belitang. Profesi beliau adalah seorang guru, di STM YPPB Wonorejo, Belitang. Beliau dipercaya oleh sekolahannya untuk bidang ICT (Information and Communications Technology). Hebat, memang kata ini yang layak di ucapkan untuk perkembangan Belitang, khususnya di bidang pendidikan. Dulu saya masih berpikir, bahwa Belitang masih tertinggal dari segi teknologi dan informasinya, ternyata pendapat saya itu salah. Karena sekarang sudah banyak orang-orang seperti Pak Sugiarto yang ada di Belitang. Karena semakin banyak orang-orang seperti itu, maka semakin maju pula pendidikan daerah Belitang. Sukses buat Pak Sugiarto. Dan guru-guru ICT yang lainnya.
Kembali ke Belitang. Belitang memang terkenal dengan lumbung padinya Sumatera Selatan. Bisa di lihat dari beberapa foto yang ada di bawah ini. Buat Pak Sugiarto, terima kasih sekali atas kiriman foto-fotonya.
Suasana persawahan yang asri dan subur seperti di atas, itu juga sama suasananya dengan beberapa tahun silam saat saya masih di kampung. Tidak terlalu banyak berubah. Di sepanjang jalan yang kita lalui (dari BK 0, sampai BK 16 dan seterusnya) terhampar luas hijaunya padi di sawah. Begitu juga dengan saluran irigrasi, yang lebih di kenal dengan Sungai Komering. Sungai Komering tersebut airnya berasal dari Bendungan Perjaya. Sungai inilah yang mengaliri persawahan-persawahan yang ada di Belitang dan sekitarnya. Hamparan sawah yang luas dan hijau seperti di atas semoga tetap akan selalu ada sampai kapanpun di Belitang. Karena saya tidak ingin area persawahan tersebut beralih fungsi menjadi, kebun karet, sawit dan lain-lain.
Dan semoga julukan daerah Belitang sebagai lumbung padinya Sumatera Selatan akan terus ada. Dan tak akan pernah lekang di makan waktu. Majulah Belitang, Majulah Sumatera Selatan.
Tetap Semangat, Dan Terus Berjuang.



di/pada Juni 2, 2008 di/pada 3:22 pm
Wah… jadi kangen ni, lihat persawahan..
inget kampung halaman …
di/pada Juni 3, 2008 di/pada 9:43 am
Iya nih Mas, saya juga selalu begitu. Begitu lihat sawah, sungai/irigrasi, selalu ingat kampung halaman.
Mudah2han tahun depan saya bisa pulang kampung.
di/pada Juni 4, 2008 di/pada 9:21 am
Ma.. kasih ya,,,,,,
Jadi tersanjung , nih…..
di/pada Juni 5, 2008 di/pada 8:38 am
Kalau lihat dari foto sih sepertinya sejuk dan damai sekali…
terima kasih sudah berkunjung
di/pada Juni 17, 2008 di/pada 5:24 pm
Asyik ya … tanah kelahiran adalah pemberi segalanya yang mungkin tidak meminta apa pun. Kesadarn kitalah memberi sesuatu buat kelangsungannya. Amin.
di/pada Juni 20, 2008 di/pada 6:08 am
liyat yang seger, indah, hijau bisa bikin adem mata…
di/pada September 19, 2008 di/pada 7:52 am
sebuah rasa tersendiri ketika kita yang notabene sedaerah bisa bertemu dan berdiskusi.
di/pada Oktober 12, 2008 di/pada 4:32 pm
apa benar kalau mau ada panen raya, padi2 yang belum layak panen diberikan ’sesuatu’ supaya pas hari H kelihatan menguning? kalau bisa kasih info, tolong kasih tahu zat kimia yang digunakan. bukan buat apa2, sekedar buat pembelajaran di kelas, soalnya saya guru. thx infonya
di/pada Maret 6, 2009 di/pada 12:31 am
Umbai Akas Sikamja Haga Mulang……
He he kangen juga nih liat kampoeng halaman, Ane terakhir ke Belitang Lebaran tahun 2007 kemarin tepatnya di Desa Sidorahayu BK.6, memang sudah banyak perubahan yang ane liat, ane aje sampai heran sudah dipoles cantik tuh Belitang & kebetulan pas ane pulang kemarin ada reuni SMA 1 Negeri Belitang dihadiri juga sama Bupati Bpk. Herman Deru beliau langsung kasih dana Rp. 10.000.000,- buat reuni tahun 2008 katanya, sayang ane gak bisa pulang ditahun 2008 kemarin….
Semua sekarang sudah serba ada di Belitang, rumah-rumah udah bagus semua, banyak berdiri rumah makan diempang, rumah-rumah burung wallet dll, semua mencoba menggeliat dari berbagai sektor untuk perkembangan menuju kemajuan and ane liat kemarin ada pipa-pipa raksasa tepatnya antara desa Sukarame ( desa yang punya blog ini he he he..) sama BK.8, denger2 info sih mau dibuat Saluran LPG.
Belitang Kota Mandiri itulah jargon-jargon yang sering ane liat disepanjang jalan, semoga Belitang bener-bener Mandiri dan ane yakin suatu saat bukan hanya mandiri tetapi kontribusi Belitang sangat diperlukan oleh daerah-daerah lain.
Eh semoga situasi juga kondusiflah…., and gak ada lagi preman-preman yang kerjanya buat ribut melulu dan mencoreng nama baik BELITANG he he…
Bravo Belitang…. I Miss U
di/pada April 11, 2009 di/pada 9:56 am
SALAM GUWAI JOLMA KOMERING KHUSUSNYA BK.13 DAN SEKITARNYA (Gumawang).
Belitang memang penghasil padi yang terbesar tidak itu juga petani juga menernak ikan patin, hasilnya memang sangat memuaskan. sayangnya belitang yang alamnya cukup indah dan sejuk tidak di jadikan objek wisata keluarga(ogro wisata), dimana terbentang sawah hijau yang cukup luas dan udara yang sejuk.
saya harap belitang bisa lebih maju baik di bidang pertanian (agro).
Ayoo… jolma Komering Betung dan lainnya kita bertukar fikiran untuk mengembangkan daerah Belitang (Gumawang).
Khusus di Jakarta ada perkumpulan jolma komering betung yaitu: IKB (Ikatan Komering Betung) meraka juga berasal dari OKU timur dan sekitarnya yang merantau bertahun-tahun di Jakarta. Dengan Ketua: Drs. H Ruslan Wakil: Pirus dan Bendahara: Hasan Daud.
di/pada April 14, 2009 di/pada 12:14 pm
Salam buat temen2 SMAN 1 belitang…..
sudah lama juga ane gak pulang ke kampung halaman,ane di bk 10
sidomakmur,,,…kalau lihat perkembangan ke depan belitang akan semakin maju dan aman…..ane sudah 10 th di jakarta…buat temen2 yang mau ada & domisili di jkarta silahkan akses di blog spot/email di azis_801@yahoo.com.Good luck….
di/pada Mei 19, 2009 di/pada 3:09 pm
Buat Jhon Herry dan Azis, salam kenal.
Semoga kapan2 kita bisa kopdar…..
di/pada Juni 14, 2009 di/pada 2:07 pm
salam kenal buat bapak sugiharto..
saya jua alumni STM YPPB belitang angkatan 94.
ingin rasanya STM mengadakan reuni kembali ..
coba pak di issukan
nanti kita yang ada diluar daerah akan coba bantu.
sebagai info..
saat ini saya juga berada dijakarta.
thanks
di/pada Juni 27, 2009 di/pada 10:16 pm
aduh baru kali ini saya melihat tulisan tentang tanh kelhiranku belitang.dulu saya lahir di belitang tepatnya di BK 11 desa marga cinta.sudah sejak kelas 4 sd saya telah pindah ke medan sampe sekarang kerena kerja orang tua saya juga pindah.
kalu bapak tau ayah saya bernama HASAN CHAN dan saudaranya yng laen KADIR CHAN,GULAM ROSUL.AZIS CHAN.ASNAH,ZAENAB.
Mereka semua adalah orang belitang keturunan india ank dari kakek saya MUHAMMAD CENDU.
TOLONG DI BALAS YA KE AMAIL SAYA DI(deckychandrawan@yahoo.co.id)
di/pada Juli 18, 2009 di/pada 1:07 am
halo pak giarto….
jadikan belitang kota yang gak gaptek ya….