PRAYOGO – ngudi tentreming ati


Rusaknya Jalan Belitang

Ditulis dalam Dan Yang Lain oleh prayogo di/pada Juli 14, 2009

Cukup lama saya tidak pulang kampung, mungkin sudah 3 kali lebaran. Dan bahkan lebaran ini saya juga tidak akan pulang kampung. Ada kerinduan, memang, namun kerinduan itu masih bisa terobati dengan cara menelpon. Tetapi memang, menelpon saja tidak cukup, karena tidak bisa bertatap muka secara langsung. Tetapi biarlah, kerinduan akan orang tua, sanak keluarga, dan kampung halaman akan saya simpan, sampai akhirnya nanti saya bisa pulang kampung. Kelak. diteruskan membaca

25 Pejabat Negara Terkaya di Indonesia (?)

Ditulis dalam Dan Yang Lain oleh prayogo di/pada Juni 25, 2008

Gile mamang, di tengah banyaknya masyarakat yang kesulitan ekonomi, segala kebutuhan serba mahal. Ternyata masih banyak juga orang kaya yang ada di tanah air ini. Untuk pejabat negara di pimpin oleh Ical dengan Bakrie Grupnya disusul oleh Yusuf Kalla dengan Kalla Interprisenya, sedangkan pejabat pemerintah daerah khususnya gubernur terkaya, ditempati Rudolf Pardede, Gubernur Provinsi Sumatera Utara (Sumut). Tercatat dalam LHKPN, Rudolf yang juga mantan anggota Majelis Permusyawaratan Rakyat ini banyak memiliki harta kekayaan berupa logam/ batu mulia dan barang seni/antik senilai di atas Rp. 100 milyar. Secara keseluruhan, Rudolf telah memiliki kekayaan sekitar Rp. 298 milyar atau hampir sepertiga dari kekayaan Ical. Sedangkan untuk gubernur termiskin diantara yang lain dipegang oleh Gubernur Sumatera Barat Gamawan Fauzi. Dilanjut Membacanya

Memang Aneh

Ditulis dalam Dan Yang Lain oleh prayogo di/pada Juni 20, 2008

Kenapa ya, sekarang kalau orang lagi di sidang pasti pakai baju koko (busana muslim) dan pakai kopiah. Padahal dulu sebelum di sidang dia jarang sekali atau bahkan tidak pernah pakai baju tersebut. Kalau saya perhatikan itu berlaku untuk semua kasus, baik itu kasus korupsi, kasus pembunuhan, kasus pemerkosaan, dan kasus-kasus yang lain. Sepertinya baju koko dan kopiah sekarang sudah bergeser menjadi baju wajib orang yang lagi di sidang. Bukan lagi baju yang wajib di pakai untuk orang Islam yang akan menghadap kepada Sang Maha Kuasa. Aneh ya? Dilanjut membacanya

Agama di Komersilkan, siapa yang salah?

Ditulis dalam Dan Yang Lain oleh prayogo di/pada Maret 5, 2007

Saya tidak habis pikir dengan perkembangan yang terjadi dengan dunia sinetron di tanah air. Begitu banyak senetron yang muncul, dengan judul yang kadang sangat tidak masuk akal. Sebenarnya saya orang yang tidak pernah peduli dengan yang namanya sinetron, tapi kali ini mau tidak mau saya akan menulis apa yang selama ini menjadi kegelisahan saya tentang dunia sinetron. Seperti apa yang pernah di tulis oleh Cak Moki dengan judul postingan ”Sinetron dokter tidak mendidik”. Dan itu memang benar sekali, namun kali ini akan saya coba angkat sisi lain dari yang namanya sinetron, yakni para pemain dan orang-orang di balik itu. Monggo di terus ake mbocone

Efektif dengan waktu

Ditulis dalam Dan Yang Lain oleh prayogo di/pada Februari 2, 2007

Waktu, mungkin untuk sebagian orang tidak terlalu penting atau bahkan banyak orang yang dengan sengaja menghabis-habiskan waktu tanpa ada manfaatnya sedikitpun. Duduk melamun sendirian, tanpa jelas apa yang di pikirkan. Ngobrol ngalor ngidul tanpa jelas apa yang sedang di bicarakan, browsing di internet tanpa jelas apa yang di cari, dan lain sebagainya. Kalau kita mau sadar, bahwa waktu sangatlah penting. Dalam Al Qur’an juga di jelaskan bahwa waktu begitu penting. Demi waktu, sesungguhnya manusia

Judul tidak = isi

Ditulis dalam Dan Yang Lain oleh prayogo di/pada Januari 4, 2007

Kalau melihat cover atau sampul dari buku-buku terbitan di tanah air, pasti semuanya bagus-bagus. Dan biasanya kita akan bangga untuk membawanya kemana-mana. Baik ke kampus, kantor, mall dan lain-lain. Yang biasanya (kita) dengan sengaja tidak memasukan ke dalam tas, supaya orang lain lihat apa yang kita bawa dan kita baca (mungkin begitu). Padahal kalau di masukkan ke dalam tas, buku tersebut sebenarnya masih muat, mungkin sengaja pamer (ini sebenarnya kritikan tidak langsung saya kepada ’mereka’ yang membawa buku sengaja di tenteng walau sebanarnya isi tas masih kosong). Di tanah air tercinta ini, khusus untuk cover memang di rancang sedemikian rupa, sehingga cover dianggap salah satu daya tarik orang untuk mau membeli atau tidak. Tetapi betulkah dengan cover buku yang bagus maka isinyapun akan bagus, jawabanya pasti relatif. Ada yang bilang pasti bagus, dan ada yang bilang tidak bagus. Karena memang buat saya cover atau sampul buku tidak selamanya mencerminkan isi. Lanjutin Baca Judul tidak = isi

Keikhlasan dan Persaingan

Ditulis dalam Dan Yang Lain oleh prayogo di/pada Januari 2, 2007

Sebenarnya tulisan ini hanya ingin sedikit mencoba me-review atau menambahi dari postingan Mas Urip yang berjudul “Keikhlasan Berkomunitas Maya” dan tulisan Mico kelana yang berjudul ”Persaingan di dunia blog”. Dan semoga tulisan ini tidak dimasukan dalam katagori ”Basbang alias Basi Banget”. Buat saya, menarik sekali dua topik yang coba diangkat oleh kedua blogger tersebut. Karena terus terang saya juga merasakan apa yang mereka rasakan (Mas Urip dan Mico). Pertama Mas Urip mencoba menyoriti tentang keikhlasan berkomunitas di dunia maya. Lanjutin Baca Keikhlasan dan Persaingan

Karena Terlalu Biasa

Ditulis dalam Dan Yang Lain oleh prayogo di/pada September 21, 2006

Karena terlalu biasa menggunakan komputer dan internet, maka dalam kehidupan nyatapun terkadang saya juga merasa seakan-akan berada di dalam kehidupan/dunia komputer. Kebiasaan ini muncul karena setiap hari saya selalu berhubungan dengan komputer, hanya hari-hari libur saja saya tidak berada di depan komputer. Kebiasaan itu sendiri menurut saya bisa memunculkan dua makna, pertama kebiasaan yang menjadikan kebaikan dan kebiasaan yang menjadikan keburukan.

Pertama kebiasaan yang menjadikan kebaikan, misal kebiasaan kalau pergi ke masjid selalu membawa uang yang nantinya akan di masukan ke kotak amal. Kebiasaan sebelum mau berpergian selalu mengecek kembali perlengkapan yang ada di dompet, seperti uang, KTP, SIM, ATM dan lain-lain. Kedua kebiasaan yang buruk, satu misal latah, di saat ngobrol dengan orang penting karena punya sikap latah tiba-tiba jadi latah, dan kebiasaan buruk lainnya. Kembali ke tema di atas

Musibah tanggal 9 Juni 2006

Ditulis dalam Dan Yang Lain oleh prayogo di/pada Juli 13, 2006

Pagi hari pada tanggal 9 juni 06, saya dan rekan kelas pulang dari belajar bersama di rumah teman di bilangan Ciganjur-Jakarta Selatan. Malam Jum’at itu kami belajar bersama untuk membuat makalah ASI, yakni membuat proposal sistem pengembangan. Susah memang membuatnya, namun akhirnya setengah 1 pagi kami kelar membuat rancangan sistemnya. Karena di antara kami belum ada yang gantuk, akhirnya kami teruskan sampe jam 3-an untuk main Winning ELeven (WE), game yang ternyata menjadi favorite kami semua. Tak disangka satu teman ternyata jago juga mainnya.

Jam 3 lebih akhirnya kami tidur, dan bangun jam 5-an untuk solat subuh berjamaah. Setelah solat kami akhirnya memutuskan untuk pulang, karena kami memang semuanya sudah kerja. Jadi harus pulang pagi untuk bisa berangkat ke tempat kerja masing-masing dengan tidak terlambat. Saya naik motor fauzan, dan ikshan sendirian.

Saat pertama jalan, tidak ada tanda-tanda kalau mau terjadi musibah. Namun sebenarnya saya sudah merasa sejak tingkungan pertama, rekan yang ada di depan saya ngambilnya terlalu tajam saat tingkungan. Sudah berkali kali setiap tingkungan rekan ini selalu tajam. Saya mau mengingatkan tidak enak, namun di dalam hati saya sangat was-was sekali, takut jatuh seperti dulu. Sebelum tingkungan saya membathin dalam hati, “nanti kalau sudah nyampe ridep (kantor saya), saya akan SMS ke guntur, dan akan bilang “Ternyata fauzan bawa motornya lebih gila”. Setelah membathin seperti itu, di saat tingkungan, tiba-tiba motor yang kami naiki jatuh ke arah kiri. Dan…benar kami terperosok jatuh di tengah jalan. Untuk tidak ada kendaraan lain di belakang kami, kalaupun ada, mungkin akan lain ceritanya. Temen yang di belakang