Archive | Juli, 2006

Musibah tanggal 9 Juni 2006

13 Jul

Pagi hari pada tanggal 9 juni 06, saya dan rekan kelas pulang dari belajar bersama di rumah teman di bilangan Ciganjur-Jakarta Selatan. Malam Jum’at itu kami belajar bersama untuk membuat makalah ASI, yakni membuat proposal sistem pengembangan. Susah memang membuatnya, namun akhirnya setengah 1 pagi kami kelar membuat rancangan sistemnya. Karena di antara kami belum ada yang gantuk, akhirnya kami teruskan sampe jam 3-an untuk main Winning ELeven (WE), game yang ternyata menjadi favorite kami semua. Tak disangka satu teman ternyata jago juga mainnya.

Jam 3 lebih akhirnya kami tidur, dan bangun jam 5-an untuk solat subuh berjamaah. Setelah solat kami akhirnya memutuskan untuk pulang, karena kami memang semuanya sudah kerja. Jadi harus pulang pagi untuk bisa berangkat ke tempat kerja masing-masing dengan tidak terlambat. Saya naik motor fauzan, dan ikshan sendirian.

Saat pertama jalan, tidak ada tanda-tanda kalau mau terjadi musibah. Namun sebenarnya saya sudah merasa sejak tingkungan pertama, rekan yang ada di depan saya ngambilnya terlalu tajam saat tingkungan. Sudah berkali kali setiap tingkungan rekan ini selalu tajam. Saya mau mengingatkan tidak enak, namun di dalam hati saya sangat was-was sekali, takut jatuh seperti dulu. Sebelum tingkungan saya membathin dalam hati, “nanti kalau sudah nyampe ridep (kantor saya), saya akan SMS ke guntur, dan akan bilang “Ternyata fauzan bawa motornya lebih gila”. Setelah membathin seperti itu, di saat tingkungan, tiba-tiba motor yang kami naiki jatuh ke arah kiri. Dan…benar kami terperosok jatuh di tengah jalan. Untuk tidak ada kendaraan lain di belakang kami, kalaupun ada, mungkin akan lain ceritanya. Temen yang di belakang

Apa arti teman dan sahabat

8 Jul

Teman dan sahabat, apa bedanya. Menurut saya jelas keduanya sangat berbeda. Dari susunan kalimatnya saja sudah jauh berbeda. Kalau menurut Kamus Bahasa Indonesia Kontemporer” teman mempunyai makna sebagai ”sesama teman harus saling membantu”. Sedangkan sahabat atau persahabatan, masih menurut kamus itu adalah ”persahabatan yang kekal tidak akan bisa dibeli dengan uang”.

Coba saya sedikit ngasih analisa tentang dua pengertia diatas, dan juga akan saya coba bandingkan dengan kehidupan nyata di dunia ini. Pertama teman, sesama teman harus saling membantu. Saya tidak sepenuhnya setuju dengan pengertian ini, karena menurut saya kenyataannya bahwa teman tidak seperti itu. Teman menurut saya lebih pada pengertian yang sempit. Seperti teman bermain, teman bekerja, teman tidur dan teman-teman yang lain, hanya sebatas teman. Teman bermain ya hanya teman bermain saja, teman bekerja ya hanya teman bekerja saja. Pertemanan hanya sebatas ruang lingkup itu saja, dan kalau sudah diluar itu maka bisanya tidak akan ada hubungan apa-apa lagi. Biasanya teman tidak akan atau tidak mau merasakan apa yang sedang di rasakan oleh teman yang lainnya. Mereka cenderung tidak mau peduli, walapun tidak semuanya seperti itu.

Namun dari sekian teman itu, ada satu teman yang sangat bagus yaitu teman hidup. Namanya saja teman hidup, berarti susah senang akan dilalui bersama. Teman hidup di sini saya bisa mengartikannya sebagai jodoh (isteri atau suami). Kalau teman yang satu ini pasti akan berbeda dengan teman-teman yang lain. Ayo kita lanjutin bacanya