Archive | Agustus, 2006

Rawan Berdunia Maya

28 Agu

Saat ini bicara masalah keamanan di internet memang menjadi sesuatu yang mahal. Karena memang diperlukan anggaran yang cukup lumayan untuk membuat komputer kita aman saat berselancar di dunia maya. Tidak sedikit orang yang sudah terkena tipuan dari kejahantan di dunia maya. Para pengguna layanan internet banking memang harus ekstra hati-hati dengan kejahatan ini. Masih segar di ingatan kita, dulu banyak nasabah yang terkena tipuan dari e-banking yang mengatasnamakan BCA. Yang sebenarnya kesalahan itu hanya karena kurang telitinya si nasabah. Memang salah satu kunci untuk bisa aman menggunakan layanan internet adalah teliti. Saya orang yang cenderung tidak percaya dengan tingkat keamanan di dunia maya. Apapun itu, entah layanan e-banking, kirim e-mail dan lain-lain. Bahkan untuk menggunakan layanan anjungan tunai mandiripun (ATM), saya tidak percaya dengan tingkat keamanannya. Salah satu contoh

Seandainya Gie Nge-Blogs

25 Agu

Satu malam sebuah televisi swasta di tanah air menayangkan film Gie dalam rangka memeriahkan hari kemerdekaan Republik Indonesia, 17 Agustus yang ke 61. Karena jujur saja, semenjak film itu dirilis saya sama sekali belum pernah menonton. Maklum orang yang dengan keuangan cekak seperti saya susah memang untuk menonton film-film baru. Padahal pengen sekali saya menonton film ini, bukan karena pemerannya Nicolas Saputra, akan tetapi saya memang tertarik dengan keberanian seorang pemuda yang bernama Gie.

Sebelum melihat film itu saya sama sekali tidak tahu persis seperti apa sebenarnya sosok Soe Hok Gie. Sebelumnya yang saya tahu tentang dia adalah seorang mahasiswa Universitas Indonesia yang penuh keberanian, anak muda yang suka naik gunung, anak muda yang pandai menulis, mengkritik tentang rezim yang sedang memimpin. Saya tidak akan membahas isi dari film itu. Akan tetapi saya hanya akan menyoroti tentang kemampuan Gie dalam menulis. Anak muda yang satu ini kritis sekali terhadap perkembangan politik di Jakarta atau secara umum Indonesia. Bahkan sangking kritisnya tulisan-tulisan Gie ”hampir” tidak boleh terbitkan, karena saat itu sedang bergejolak isu PKI. Warga masyarakat yang dianggap ada kaitannya dengan PKI ditangkap, di tahan dan akhirnya dibunuh tanpa sebab. Penangkapan itu bergejolak setelah terjadinya peristiwa apa yang dikenal dengan G 30 S/PKI. Ayo baca sampai habis

Masturbasi, SALAHKAH?

16 Agu

Mohon jangan dulu punya pikiran yang negatif tentang judul diatas. Karena tulisan ini sama sekali tidak mengandung hal-hal yang berbau pornografi. Tulisan ini hanya akan mencoba mengutarakan apa yang selama ini saya rasakan tentang tulisan-tulisan yang saya posting di blogs. Masturbasi adalah rangsangan disengaja yang dilakukan pada organ alat kelamin untuk memperoleh kenikmatan dan kepuasan seksual. Masturbasi dilakukan oleh sebagian besar pria maupun wanita. Pada sebuah penelitian terungkap bahwa 95% pria dan 89% wanita dilaporkan pernah melakukan masturbasi (http://id.wikipedia.org)

Bicara masalah masturbasi oleh agama memang ada dua pandangan yang menyebutkan akan hal itu. Pertama masturbasi merupakan perbuatan keji yang tidak boleh dilakukan, dan yang kedua adalah mubah. Dikatakan perbuatan keji, karena memang kita (manusia) sudah ada cara yang sah untuk menyalurkan hasrat seksual tersebut yakni dengan pasangan (suami atau isteri) kita. Jika kita masih lajang dan tidak bisa menahan rasa itu, maka agama menyarankan untuk menikah. Dan kalau memang kita belum siap untuk menikah maka, kita bisa mencegahnya dengan berpuasa, demikian pesan dari Hadist Rosulullah Muhammad SAW. Selanjutnya mubah, mubah karena memang dalam kondisi yang terpaksa, misal isteri atau suami yang ditinggal pergi untuk beberapa bulan yang dipisahkan oleh jarak dan waktu, sehingga tidak bisa menahan kebutuhan biologisnya. Alasannya, dari pada laki-laki atau perempuan tersebut ”jajan” lebih baik mereka melakukan itu. Karena kalau ’jajan’ dampaknya akan lebih luas, misal: orang lain akan tahu, terkena penyakit kelamin, AIDS dan lain sebagainya. Namun kalau mansturbasi hanya dia sendiri yang tahu. Masturbasinya lanjutin

Trend & Karakteristik Blogs

14 Agu

Blog atau webblog memang saat ini sudah menjadi trend di kalangan anak muda, bahkan orang tua. Karena memang blog sebagai sarana untuk mengekspresikan diri. Blog merupakan tulisan atau curahan hati yang di postingkan setiap hari. Perkembangan dari penggunaan blog ini semakin hari semakin bertambah. Kalau dulu mungkin hanya anak muda saja, akan tetapi sekarang sudah bergeser ke orang tua. Blog saat ini tidak hanya sebagai bentuk curahan hati (semacam buku diary) akan tetapi banyak juga yang menggunakannya sebagai sarana untuk menuliskan opini, puisi, cerpen, refleksi, dll. Dan blog memang melewati batas usia, pekerjaan, hobi, dll. Bahkan orang sekelas Menhan Pak Juwono Sudarsono-pun punya blog.

Namun ada semacam salah persepsi di kalangan pengguna blog. Bahwa sebenarnya blog itu tidak hanya bloogger saja. Akan tetapi blog itu sendiri banyak macamnya, ada wordpres, typepad, multiply, multidrive, squarespace, dan lain-lain. Dari yang gratis sampai dengan yang berbayar. Dan bahkan sekarang blog juga sudah berakhiran dot com, dot net, dll. Tidak memakai embel-embel situs penyedia blog dibelakang, seperti http://www.yoga-prayogo.blogspot.com. Jelas, kalau sudah berakhiran dot com ini berbayar. Kesalahpahaman di atas sebenanya mucul karena memang yang mempopulerkan blog adalah blogger. Akhirnya memakai jenis layanan blog apapun, di bilang blogger. Ini sebuah kesalahan. Blogger sendiri muncul pada tahun 1999 oleh sebuah perusahaan Silicon Valley bernama Pyra Lab. Karakteristik penguna blog

Bisakah kita Efektif?

14 Agu

Kalau boleh saya menilai bahwa sebagian besar orang Indonesia itu cenderung boros dalam penggunaan bahasa. Sering kali bahasa yang mereka gunakan ditumpuk-tumpuk dengan bahasa asing. Mungkin buat orang yang bicara itu merasa bangga karena bisa banyak bahasa, tetapi buat saya itu adalah suatu pemborosan dan tidak efektif.

Sebagai contoh, orang-orang yang bekerja di media televisi, radio yang mungkin bangga dengan mencampur bahasa ini. Contoh: Ok-Baiklah kita lanjutkan ke pertanyaan selanjutnya (presenter kuis sebuah televisi), di umpan ke pemain tengah, dan tarik mundur ke belakang (komentator dalam pertandingan bola), naik keatas, turun kebawah, dan lain sebagainya. Bukankah kita semua tahu bahwa arti OK itu adalah baik/baiklah, kenapa harus digabung keduanya. Selanjutnya bukankah kalau mundur itu otomatis dan sudah pasti itu kebelakang, tidak ada mundur kedepan. Naik keatas, bukankah kalau naik itu juga keatas, pernahkah kita melihat ada benda atau apapun itu naik ke bawah, rasanya semuanya kalau naik itu ya pasti ke atas, begitu juga dengan turun ke bawah. Ayo dong lanjutin bacanya