Trend & Karakteristik Blogs

14 Agu

Blog atau webblog memang saat ini sudah menjadi trend di kalangan anak muda, bahkan orang tua. Karena memang blog sebagai sarana untuk mengekspresikan diri. Blog merupakan tulisan atau curahan hati yang di postingkan setiap hari. Perkembangan dari penggunaan blog ini semakin hari semakin bertambah. Kalau dulu mungkin hanya anak muda saja, akan tetapi sekarang sudah bergeser ke orang tua. Blog saat ini tidak hanya sebagai bentuk curahan hati (semacam buku diary) akan tetapi banyak juga yang menggunakannya sebagai sarana untuk menuliskan opini, puisi, cerpen, refleksi, dll. Dan blog memang melewati batas usia, pekerjaan, hobi, dll. Bahkan orang sekelas Menhan Pak Juwono Sudarsono-pun punya blog.

Namun ada semacam salah persepsi di kalangan pengguna blog. Bahwa sebenarnya blog itu tidak hanya bloogger saja. Akan tetapi blog itu sendiri banyak macamnya, ada wordpres, typepad, multiply, multidrive, squarespace, dan lain-lain. Dari yang gratis sampai dengan yang berbayar. Dan bahkan sekarang blog juga sudah berakhiran dot com, dot net, dll. Tidak memakai embel-embel situs penyedia blog dibelakang, seperti http://www.yoga-prayogo.blogspot.com. Jelas, kalau sudah berakhiran dot com ini berbayar. Kesalahpahaman di atas sebenanya mucul karena memang yang mempopulerkan blog adalah blogger. Akhirnya memakai jenis layanan blog apapun, di bilang blogger. Ini sebuah kesalahan. Blogger sendiri muncul pada tahun 1999 oleh sebuah perusahaan Silicon Valley bernama Pyra Lab.

Karakteristik pengguna blog
Bicara masalah karakteristik pengguna blog memang sangat beragam sekali. Sejauh yang saya amati memang begitu. Namun dari pengguna blog bisa saya golongan ke dalam kelas yang berbeda-beda. Kelas pertama, ini kelas yang sangat bagus. Karena pengguna blog untuk kelas ini memang mempunyai banyak keunggulan. Dari tampilan blog yang memang bagus (bahkan biasanya templetenya dibuat sendiri), kemudian didukung dengan tulisan-tulisan dia yang memang berbobot. Biasanya tulisan-tulisan dia berbentuk seperti tutorial untuk pengguna komputer, pertanian, dan bidang-bidang yang lain. Tipe kelas ini juga memang mengerti bahasa-bahasa pemrograman: seperti HTML, PHP, JavaScript, dll. Sehingga memang tampilan dari blog dia beda dari yang lain.

Selanjutnya kelas kedua, tipe kelas ini biasanya menggunakan blog memang hanya sarana untuk menuliskan kegiatan sehari-harinya. Atau pendapat dan ide dia tentang kehidupan atau kejadian yang dialami. Dan biasanya tipe kelas ini hanya sedikit mengerti tentang bahasa-bahasa pemrograman. Dan biasanya dari segi tampilan blog, tipe ini biasa-biasa saja. Tetapi tidak menutup kemungkinan blognya bisa berpenampilan bagus, karena mendapatkan tamplete yang gratisan.

Tipe kelas tiga, tipe ini memang bisa dibilang tipe yang hanya sebagai ”pengembira” di dunia blog. Karena tipe ini memang sama sekali tidak mengerti bahasa pemrograman dan tulisan-tulisan diapun sebenarnya tidak bermutu (tidak bermanfaat). Dari segi tempelete biasanya tipe ini mengunakan tempelete bawaan dari blog tersebut, tidak ada fitur-fitur tambahan. Selanjutnya untuk segi tulisan, dia pun sebenarnya asal-asal saja, karena mungkin dia hanya mengikuti trend saja. Dan biasanya memang bingung mau menulis apa.

Singkatnya, tipe atau karakter pengguna blog adalah, pertama bagus tampilan dan bagus isinya. Kedua, kurang bagus di tampilan namun bagus di isi, dan yang terakhir kurang bagus di tampilan dan kurang bagus di isi.

Terlepas dari tipe itu semua, memang blog saat ini bukan hanya sarana untuk tulis menulis saja. Akan tetapi sudah dapat mendatangkan keuntungan. Karena tidak sedikit sekarang muncul penulis-penulis kecil yang tulisan-tulisannya diterbitkan dalam bentuk buku, dan memang laku di jual di pasaran. Sudah pasti pembeli dari buku ini adalah kalangan ABG (Anak Baru Gede), karena isinya lebih pada curahan hati dari kejadian dari kehidupan si penulis.

Memang semakin hari semakin banyak saja orang menggunakan blog. Apalagi saat ini sudah di dukung dengan munculnya banyak penyedia layanan koneksi internet yang semakin hari semakin banyak. Sekarang ada istilah internet masuk desa. Mungkin kedepan jangan heran kalau seorang petani yang tinggalnya di daerah pedalaman punya blog, misal http://www.mbah-bejo.blogspot.com. Menarik bukan? Dimana di blog itu dia menceritakan pengalamannya tentang keberhasilan dalam membudidayakan suatu jenis tanaman, ini tidak hanya berguna untuk dia akan tetapi berguna untuk yang lain dan bahkan untuk kalangan dunia pertanian pada umumnya. Semoga.

7 Tanggapan to “Trend & Karakteristik Blogs”

  1. Yudhis Agustus 14, 2006 pada 12:50 pm #

    kalu kami berupaya menggunakan media blog sebagai jembatan informasi serta laporan kegiatan yayasan🙂

  2. rna-chayank September 16, 2006 pada 3:27 pm #

    Penjabaran yang sangat jelas buat aku seorang pemula pengguna blog.Makasih k’ untuk smuax,kl ngga kenal ama kk mungkin aku dapat dikategorikan orang yang gatek!
    Tapi, btw aku termasuk tipe yang mana nich k’?hehehehe jadi mayu dech!

  3. Tour de Djokdja Oktober 7, 2006 pada 5:08 am #

    Bantulah kami untuk menggairahkan kembali pariwisata Yogyakarta, caranya dengan memasang link ke Tour de Djokdja di blog, homepage, atau friendster-mu. Mulai edisi ke-8 (Rabu, 4 Oktober 2006), kami menyediakan T-Shirt keren yang akan diundi setiap minggu untuk sobat yang memasang link ini.

  4. neeya Desember 7, 2006 pada 8:39 pm #

    hmm…. aku masuk kategori yg ketiga neh jangan2??? hehehehe
    awal2nya pengen desain blog bagus tapi ndak gitu dong gimana caranya. Trus akhirnya mau konsen ke content. Tapi kok setelah tak baca ulang, rasa2nya gak mutu ya. Gimana dong ya?

  5. prayogo Desember 7, 2006 pada 11:16 pm #

    Kalau saya pribadi kuncinya adalah yakin dan PeDe aja dengan apa yang kita tulis (content) karena terus terang buat saya yang lebih penting bukan hanya tampilan blognya akan tetapi content jauh lebih penting. Tetapi, kadang sayang orang kita (Indonesia) cenderung melihat sesuatu dari bungkus atau luarnya saja. Tanpa melihat dulu apa isi di dalamnya.

    Contoh kecil orang kita lebih suka membli buku dengan cover yang lux/bagus, walaupun sebenarnya isinya kurang bagus. Beda dengan orang luar negeri, coba perhatikan buku-buku terbitan luar negeri, bagaimana dengan sampul/cover buku mereka? biasa saja khan, tetapi isinya bermutu (walaupun tdk semuanya begitu).

    Jadi pesan saya, terus saja tulis apa yang ada di benak kita, tuang khan saja apa yang ada di pikiran. Toh kebebasan itu ada, tidak ada yang melarang kita untuk menulis sesuatu. So, terus saja pantang mundur.

  6. asf Desember 25, 2006 pada 8:28 pm #

    Menarik sekali.
    Saya ingin dapat menikmati blog-blog para petani itu.

    Beberapa waktu lalu saya ke Yogya untuk membantu pembuatan buku pengalaman berbagai pihak dalam mengelola hutan. Penulis buku itu terdiri dari kalangan pemerintah, akademisi, pendamping petani dan petaninya.

    Ternyata tulisan para petani yang langsung memikat saya. Kalimatnya sedehana dan sarat dengan cerita yang dapat saya pakai di temapt lain. Sedangkan tulisan dari kalangan lainnya, saya harus berjuang memahami kalimat dan berbagai istilah yang bertaburan.

    Jadi, saya membayangkan jika ada internet di desa, para petani itu masuk kelompok pertama. Sedangkan kalangan lainnya masuk kelompok ketiga. Karena sama-sama seperti saya tidak mengerti bahsa pemograman.

  7. ephie September 14, 2007 pada 12:18 pm #

    Mm..bisa dimuat tentang karakteristik blognya gak?Bukan karakteristik penggunanya…
    Kalo bisa makasih y, kapan2 akyu visit lagi deh..
    tengkyu so much deh bro pokoknya..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: