Rawan Berdunia Maya

28 Agu

Saat ini bicara masalah keamanan di internet memang menjadi sesuatu yang mahal. Karena memang diperlukan anggaran yang cukup lumayan untuk membuat komputer kita aman saat berselancar di dunia maya. Tidak sedikit orang yang sudah terkena tipuan dari kejahantan di dunia maya. Para pengguna layanan internet banking memang harus ekstra hati-hati dengan kejahatan ini. Masih segar di ingatan kita, dulu banyak nasabah yang terkena tipuan dari e-banking yang mengatasnamakan BCA. Yang sebenarnya kesalahan itu hanya karena kurang telitinya si nasabah. Memang salah satu kunci untuk bisa aman menggunakan layanan internet adalah teliti. Saya orang yang cenderung tidak percaya dengan tingkat keamanan di dunia maya. Apapun itu, entah layanan e-banking, kirim e-mail dan lain-lain. Bahkan untuk menggunakan layanan anjungan tunai mandiripun (ATM), saya tidak percaya dengan tingkat keamanannya.

Satu contoh kecil penggunaan internet yang memungkinkan terjadinya kejahatan (cyber crime) adalah email. Sederhanyanya memang si pengirim, sebut saja A mengirimkan berita/pesannya ke B. Akan tetapi sebelum sampai ke B (penerima) pesan tersebut sudah melalui beberapa titik. Dan di titik-titik inilah yang memungkinkan orang untuk menyalahgunakan isi dari pesan tersebut. Apakah ada jaminan bahwa pesan yang kita tulis akan sampai ke penerima dengan tanpa di baca terlebih dahulu oleh orang lain. Contoh lain A mengirim ke B, tetapi sebelum sampai ke B ada user yang mengatasnamakan dirinya B (katakanlah B bayangan), padahal dia bukan si B yang dimaksud. Kemudian dia baca isi pesan dari si A, setelah itu di rubah isi pesannya, selanjutnya diteruskan ke si B (penerima sesungguhnya). Bagaimana kalau isi pesan tersebut di rubah yang isinya 100% terbalik dengan isi pesan dari A (pengirim), fatal akibatya. Bisa saja si A akan kehilangan nasabah, klien atau yang lain akibat dari ulah si B bayangan ini.

Seiring dengan semakin pesatnya kejahatan di dunia maya, maka para ahli komputerpun semakin banyak cara untuk mensiasatinya. Misal dengan cara tandatangan digital (signature digital), atau dengan cara meng-ekripsi isi pesan. Namun semakin cangih cara penangkalannya maka semakin cangih pula cara orang untuk membobolnya. Semakin tinggi tingkat keamanan yang kita punyai, maka semakin susah kita untuk mengaksesnya. Coba bayangkan berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk bisa masuk ke dalam rumah dengan melalui banyak pintu. Memang satu sisi aman, akan tetapi di sisi yang lain kita juga yang akan direpotkan. Berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk kita bisa masuk ke dalam account kita di internet, dengan memasukkan banyak password. Dampak lain dengan kita banyak password maka nanti di kemudian hari ada kemungkinan kita akan lupa passwordnya. Sebenarnya kita mau aman, namun kalau begitu adanya malah kita sendiri yang merasa di repotkan.

Seperti adanya virus, jangan-jangan virus memang sengaja di ciptakan. Karena kalau tidak sengaja diciptakan maka produsen-produsen anti virus tidak akan laku jualannya. Jadi antara pembuat virus dengan pembuat anti virus itu kemungkinan besar mereka sebenarnya ”bekerjasama”.

Pengalaman pribadi saya, semakin banyak kita baca, semakin kita tahu, maka akan semakin takut kita untuk menggunakannya. Sebagai contoh, ATM, layanan kirim email, e-banking, dan lain-lain. Seperti yang sudah saya sebutkan di atas jawabannya adalah ketelitian. Satu misal teliti membeli dan memasang anti virus, jangan-jangan anti virus yang kita beli sudah tersusupi Trojan atau virus yang lainnya (tidak ada jaminan), maunya dapat aman malah kemalangan yang di dapatkan. Sekali lagi saya orang yang tetap tidak akan percaya dengan tingkat keamanan di dunia maya. Obat ditemukan setelah keluar duluan penyakitnya, anti virus dibuat setelah virusnya muncul duluan. Begitulah adanya.

Pointer-pointer cyber crime.

Tetap semangat, dan terus berjuang.

3 Tanggapan to “Rawan Berdunia Maya”

  1. afin September 2, 2006 pada 4:18 am #

    wah aku juga pernah lihat dari liputannnya VOA tentang bahayanya berinternet dari rumah, kalo gak hati-hati account kita pun dicuri, teknologi yang seharusnya memudahkan kok jadi rumit geeneee?

  2. prayogo September 4, 2006 pada 3:02 am #

    Itulah teknologi, teknologi bagai dua sisi mata uang. Kalau tidak kita gunakan, kita akan tertinggal, tetapi kalau kita gunakan juga ada dampak negatifnya, jadi semuanya kembali ke diri kita masing-masing.

  3. rna-chayank September 16, 2006 pada 2:27 pm #

    Pengingat yang pantas untuk diberi perhatian, seperti yang kk bilang kemajuan tekhnologi pny dampak positif dan lebih banyak dampak negatifx. Ini baru satu dari sekian banyak dampak yang ditimbulkan yaitu dari segi keamanan, yang lebih parah lagi bahwa kemajuan tekhnologi jg sangat memerosotkan moral dan akhlak suatu bangsa. So…..sebisa mungkin manfaatkanlah kemajuan tekhnologi dan tetap berhati2!!!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: