Arsip | September, 2006

Puasa di Masa Kecil

23 Sep

Marhaban ya Ramadhan
Selamat datang bulan puasa,
bulan yang penuh rahmat,
bulan yang di dalamnya penuh dengan ampunan.

Jadi ingat masa kecil saya di kampung pada saat menjelang puasa. Saya bersama teman-teman kalau bahasa di kampung itu ”berburu makanan”. Sehari sebelum puasa kami pergi ke kebun, tujuannya yakni mencari makanan yang bisa langsung di makan. Alasannya sederhana, besok kita sudah tidak boleh makan di waktu siang lagi, jadi hari ini merupakan hari terakhir kita makan di waktu siang. Pergilah kami ke kebun, mencari makanan seperti jambu, degan (kelapa muda) pisang, mangga, nanas, dll. Yang pasti apapun yang kami temui kami ambil dan makan. Tidak pernah berpikir itu milik siapa, yang namanya di kebun pasti akan kami ambil. Toh kami ngambilnya juga tidak banyak-banyak, seperlunya saja. Kalau ada yang punya kami minta, tetapi kalau yang punya tidak ada kami langsung ambil. Dan kalau ketahuan ya kami akan lari (dasar anak-anak).

Hari-hari puasa telah tiba, saya puasa seperti kebanyakan orang. Tetapi karena saya masih kecil dan mungkin belum terlalu kuat untuk puasa. Kalau sudah sore saya biasanya mandi di kali atau sungai, sungai Komering namanya. Oleh sebab itu daerah kabupaten kami di namakan Ogan Komering Ulu, karena itu diambil dari nama sugai yang ada di daerah kami. Di saat menyelam saya selalu minum air sungai, tidak banyak memang, akan tetapi cukup untuk menghilangkan dahaga. Dan kebiasaan buruk ini selalu (tetapi tidak setiap hari) saya lakukan di saat mandi di sungai. Dan anehnya orang tua atau orang lain tidak ada yang tau. Untuk menutupinya setelah mandi saya selalu pura-pura tetap lemas. Padalah mereka tidak tahu kalau saya sudah minum air sungai. Kalau di tanya ”kamu masih puasa? Pasti akan saya jawab” iya atau masih”. Lets go, lanjut

Karena Terlalu Biasa

21 Sep

Karena terlalu biasa menggunakan komputer dan internet, maka dalam kehidupan nyatapun terkadang saya juga merasa seakan-akan berada di dalam kehidupan/dunia komputer. Kebiasaan ini muncul karena setiap hari saya selalu berhubungan dengan komputer, hanya hari-hari libur saja saya tidak berada di depan komputer. Kebiasaan itu sendiri menurut saya bisa memunculkan dua makna, pertama kebiasaan yang menjadikan kebaikan dan kebiasaan yang menjadikan keburukan.

Pertama kebiasaan yang menjadikan kebaikan, misal kebiasaan kalau pergi ke masjid selalu membawa uang yang nantinya akan di masukan ke kotak amal. Kebiasaan sebelum mau berpergian selalu mengecek kembali perlengkapan yang ada di dompet, seperti uang, KTP, SIM, ATM dan lain-lain. Kedua kebiasaan yang buruk, satu misal latah, di saat ngobrol dengan orang penting karena punya sikap latah tiba-tiba jadi latah, dan kebiasaan buruk lainnya. Kembali ke tema di atas