Keikhlasan dan Persaingan

2 Jan

Sebenarnya tulisan ini hanya ingin sedikit mencoba me-review atau menambahi dari postingan Mas Urip yang berjudul “Keikhlasan Berkomunitas Maya” dan tulisan Mico kelana yang berjudul ”Persaingan di dunia blog”. Dan semoga tulisan ini tidak dimasukan dalam katagori ”Basbang alias Basi Banget”. Buat saya, menarik sekali dua topik yang coba diangkat oleh kedua blogger tersebut. Karena terus terang saya juga merasakan apa yang mereka rasakan (Mas Urip dan Mico). Pertama Mas Urip mencoba menyoriti tentang keikhlasan berkomunitas di dunia maya.

”….Komunitas maya adalah komunitas yg menembus batas, menembus ruang, siapapun bisa saling berhubungan, berdiskusi, berbagi pengetahuan dan pengalaman”.

Lebih lanjut Mas Urip mengatakan:

”Jika dalam komunitas nyata mungkin dalam berbagi sangat banyak pertimbangan, melihat siapa yg diberi, siapa yg memberi, siapa dia, siapa kamu, siapa saya dan seterusnya yg tentu saja pertimbagan-pertimbagan itu tadi sedikit banyak akan mengurangi kadar ikhlas itu sendiri”.

Benar Mas, bahwa memang di dunia maya semuanya tak terbatas. Bahkan saya yang jauh di Jakarta bisa kenal dan komunikasi dengan Mas Urip yang ada di Central Borneo. Dunia maya memang menghilangkan jarak dan waktu. Dan bicara tentang keikhlasan di dunia maya. Saya juga merasakan. Sering kali saya punya masalah di tempat kerja yang berhubungan dengan IT dan saya coba tanya ke ”dunia mayaku”. Mereka dengan tanpa pamrih mau membalas, memberi saran, masukan, dan lain-lain, asik dan menarik sekali dunia ini (terima kasih ”dunia mayaku”). Tidak dengan dunia nyata, di dunia nyata sepertinya berbanding terbalik 180 drajat dengan dunia maya. Atau mungkin karena kalau di dunia nyata orang akan berpikir segalanya akan membutuhkan materi/dana, waktu, dan lain-lain hanya untuk sekedar memberikan saran, masukan atau yang lain. Nah sementara kalau di dunia maya, kita tidak terlalu membutuhkan itu. Yang kita butuhkan hanya koneksi internet gratis di kantor (seperti saya), he he he atau hanya di butuhkan sedikit recehan dari kantong kita untuk membayar biaya nge-net.

Tanpa di sadari membuat tulisan di blog sangat berguna untuk orang lain (terutama yang membutuhkannya) seperti misalnya tulisan dari Wadehel tentang Tes Posting menggunakan Performancing. Bukankah ini sangat berguna bagi para blogger yang memang setiap hari selalu posting. Di saat menulis, saya yakin Wadehel ikhlas, sama sekali tidak mengharapkan pamrih dari yang membacanya, intinya hanya ingin berbagi dengan sesama. Padahal kalau misal tulisan itu di terbitkan di majalah IT, pasti kita harus mengeluarkan rupiah untuk membelinya. Di samping kita mengeluarkan rupiah, pasti penulis juga akan mendapatkan imbalan dari di muatnya tulisan tesebut. Tetapi ini tidak berlaku di dunia maya, semuanya ikhlas tanpa pamrih. Saya salut dan kagum dengan dunia ini. Dan sebenarnya masih banyak lagi tulisan-tulisan yang berguna yang bertebaran di blog (internet). Ini hanya sebagai salah satu contoh saja.

Selanjutnya, kalau membaca tulisan Mico tentang ”Persaingan di dunia blog”. Ini sebenarnya mungkin tidak semua para blogger merasakannya. Kenapa saya angkat tulisan ini, karena memang terkadang sebelum menulis sesuatu saya berpikir. Ini nanti tulisan/postingan saya akan ada yang baca atau tidak. Akhirnya selalu terbesit di pikiran untuk selalu dan selalu menulis yang terbaik. Walaupun saya juga masih bingung katagori terbaik menurut siapa?. Apakah kalau postingan di komentari lebih dari 2 digit (misal 135 komentar) itu tulisannya menarik, padahal isi dari komentar itu hanya sekedarnya saja, misal ”hai salam kenal” atau ”iya saya juga merasakan itu” dan lain-lain. Apakah kalau di baca 100 kali, tulisan tersebut sudah dianggap bagus. Menurut saya belum tentu. Karena bagus menurut saya kalau tulisan yang di posting di blog adalah yang berguna atau berdampak bagi yang membacanya, paling tidak seperti itu.

Tetapi terus terang kata ’persaingan’ (begitu kalau mau di sebut) untuk membuat tulisan yang terbaik selalu menghantui saya di saat mau membuat tulisan (termasuk saat menulis postingan ini). Tetapi terserah, bagi saya apa yang saya posting pasti akan berguna untuk siapa saja yang membutuhkannya. Karena saya yakin bahwa penghuni dunia maya tidak semuanya sama, baik dalam hobi, minat dan lain-lain. Setiap orang pasti akan berbeda-beda, ada yang punya hobi dibidang IT, masak, traveling, sejarah, astrologi dan lain-lain. Jadi apapun yang di posting saya yakin pasti akan ada yang membacanya. Mari kalau bisa kita para blogger tanamkan di dalam hati dengan motto”Apapun yang kita posting, yakinlah pasti ada yang membaca”. Mari saling berbagi, bukan hanya dalam suasana Hari Raya Qurban saja, tetapi berbagi untuk selamanya.

14 Tanggapan to “Keikhlasan dan Persaingan”

  1. fulan Januari 2, 2007 pada 3:09 pm #

    Dua kata yang nampaknya bertolak belakang tapi bisa juga bersinergi, terlebih setelah diakhiri dengan semangat berbagi …
    Salut, patut ditiru terutama oleh saya, yang belum sampai pada taraf “berguna untuk orang lain” ….. 🙂

  2. winerwin Januari 2, 2007 pada 4:45 pm #

    Yup, internet shares everything

  3. agil Januari 2, 2007 pada 5:01 pm #

    Hi Mas Prayogo, salam kenal balik… wah… minder saya masuk rumahnya Mas nih… mungkin ada beberapa katagori ya.. untuk meng-comment blognya sahabat2 blogger… ada yang nice blog… ada yang lainnya.. kalau yang ini saya bisa berkomentar.. useful blog! soale tulisannya bermutu… saya perlu belajar banyak dari Mas dan blog2 yang lainnya.
    Ya memang sih Mas, bagus dan ‘berguna’ itu sangat relatif… masing2 memiliki pola pikir dan opini yang berbeda.. tapi yang pasti Dunia Maya or Blogger membuat wawasan dan teman saya bertambah… apapun bentuk tulisannya saya selalu ingin coba hargai… dan satu hal lagi, saya semakin tau bahwa ternyata bangsa kita ini dipenuhi oleh ‘penulis2’ handal ya!
    Ups! Happy New Year ya Mas…
    Wish u all d best…

  4. helgeduelbek Januari 2, 2007 pada 6:11 pm #

    Mungkin seperti yang dikatakan orang bijak bahwa semua itu tergantung niat. Saya, mas Prayogo dan juga yang lain mungkin semula menulis di blog ini tidak lebih dari masturbasi blog saja. Tapi akhirnya muncul bahwa nge-blog yang mungkin tepat adalah berbagi pengalaman dan informasi berdiskusi tentang banyak hal. Malah kalau yang hebat blog bisa dijadikan media dakwah (penyeru kebaikan) Jadi mungkin itu pergeseran yg sedang terjadi di per-blog-an Indonesia.

  5. wadehel Januari 2, 2007 pada 6:12 pm #

    Memberikan sesuatu secara cuma-cuma mungkin sekilas terlihat rugi. Tapi sebenarnya –menurut yg saya yakini sih– alam ini tidak akan membiarkan siapapun lolos dari perbuatannya. Entah bagaimana, anda selalu dapat balasan dari perbuatan anda. Jadi tebarlah kebaikan, dalam blog sekalipun.

    Soal komentar di tulisan berguna… biasanya orang yang paling terbantu malah ga komen sedikitpun😀 Soale saya sering gitu, baca tips yang sangan bermanfaat, tapi malah ga komen, bahkan terimakasihpun tidak, saking asik sama barang baru soale. Hihi. Biar saja lah, para penulis itu juga pasti akan dapat balasannya kok.

    Selamat berkarya pak!!!

  6. neeya Januari 2, 2007 pada 8:13 pm #

    kalo buat aku, menulis blog itu bukan suatu bentuk ‘persaingan’ tapi malah suatu bentuk ‘kerjasama’. Masing-masing memiliki keunikan dan gaya menulis sendiri-sendiri yang akan membuat dunia blog penuh warna dan akan tetap menarik bagi para pembacanya masing2. Ditambah dengan saling berkomentar serta sumbang saran atau beri kritik. Menurutku ini bentuk kerjasama yang berguna untuk meramaikan blogworld, dan tentu saja tiap penulis blog turut andil dalam hal ini, siapapun mereka dan apapun yang ditulisnya.

    Write or die! (weks… extrim bener yak?)😀

  7. prayogo Januari 2, 2007 pada 10:31 pm #

    fulan***: Saya pikir semua orang pasti berguna untuk yang lain, apapun yang kita punya pasti ada manfaatnya untuk orang lain. Oleh sebab itu, apa yang kita punya berusahalah untuk membagi, dan jangan sekali-kali mengharapkan pamrih, kecuali saudara, teman, silaturahmi, itu yang akan kita dapatkan.

    winerwin***: Yup, internet memang seperti itu adanya.

    agil***: Jangan bicara seperti itu, kita semua ini sama. Apalagi saya juga masih termasuk newbie di dunia IT/blog. Coba bandingkan dengan Mas Urip (helgeduelbek), Mas Wadehel, Neeya, dan lain-2. Saya masih jauh di bawah mereka. Hanya saja saya berusaha berbuat dan berbagi yang terbaik dari apa yang saya punya, tetapi sifatnya yang tidak terpaksa. Saya ingin semua ini di landasi ketulusan, ketulisan dalam berbagi dan lain-lain. Selamat tahun baru juga ya….

    helgeduelbek***: Saya setuju sekali dengan apa yang mas sampaikan. Memang blog merupakan sarana baru untuk berdiskusi, berbagi informasi tentang banyak hal, tidak meluli bidang IT. Tergantung dengan bidang keminatan kita, apapun itu. Mudah-2han pergeseran yang mas maksud itu benar adanya, namun saya berharap semoga pergeseran tersebut masih dalam jalur yang benar.

    wadehel***: Kalau di itung rugi dan untungnya, mungkin memang ada ruginya. Tapi benar kita harus bersikap positif thingking aja. Dan saya juga yakin, kalau kita menanam kebaikan pasti kelak atau kemudian hari kita akan memetik hasil atau buahnya, saya yakin itu.

    Yah…..mungkin tdk selamanya kita harus memberikan komentar terhadap suatu tulisan, tetapi menurut saya alangkah baiknya kalau kita memberikan atw meninggalkan komentar. Sehingga penulis tahu seberapa banyak orang membaca tulisannya, atw seberapa berguna tulisan yang dia buat. Tetapi ini kembali kepada si empunya blog kok…..

    Selamat berjuang juga mas…..

    neeya***: Yahhhh mungkin benar dunia blog bukan merupakan ‘persaingan’ tetapi ‘kerjasama’. Tetapi bukankah lebih baik kita merasa ‘bersaing’, sehingga kita akan berusaha terus membuat sesuatu yang terbaik dan terbaik, bersaing dalam arti yang postif tentunya. Sumbang, saran kritikan itu memang sangat di perlukan, siapapun dia. Apalagi untuk orang seperti saya (pemula), orang sebesar SBY pun harus dan mesti di kritik, kalau tidak, dia akan merasa sudah hebat dan paling hebat se-Indonesia.

    Kritik dan sumbang saran merupakan bumbu demi sedap tidaknya dunia blog kita…..
    Mari saling memberikan bumbu, supaya hidangan kita ini akan semakin sedap dan nikmat.

  8. Syarif Winata Januari 3, 2007 pada 11:33 am #

    ketika saya menemukan suatu masalah saya mencoba googling, dan akhirnya menemukan banyak tautan yang memberikan info, ada yang berbentuk portal, website perusahaan dan tak ketinggalan pula disajikan tautan blog yang memberikan referensi.

    seperti yang dikatakan Wadehel kita terbantukan dengan informasi yang disajikan dan betapa senangnya hati kita bisa memecahkan masalah, nah dengan menuliskan apa yang kita ketahui, saya pikir ini adalah bentuk terima kasih terhadap keikhlasan dunia maya. sepeti yang dituliskan oleh ilmukomputer.com “ikatlah ilmu dengan menuliskannya”.. amazing….

  9. jtabah Januari 3, 2007 pada 4:53 pm #

    sharing.. saya ngeblog yang sekarang karna gak sengaja. perna 3 kali bikin blog dengan NIAT, tapi malah ndak terisi. hehehe

    nah blog yang sekarang, muncul karena ngajari bikin blog. saya ngoceh sambil praktik bikin blog.

    “…. bikin blog gampang kok. tinggal klik sana-sini kayak terus nulis kayak bikin email. bikin judulnya apaaja. isinya apa aja ….. ”

    hehe jadilah blog apajalah ku.

    mangsalah bagus ndak bagus itu selera. kalo saya suka lagu SMS cinta, situ mau apa? ente mau bilang lagu SMS cinta ndak bagus, ya tetep saya dengerin itu lagu. orang memilih apa yang mau didengar, dibaca, dilihat.

    maka kataku padaku: teruslah menulis, nulis apa aja.

    salam kenal buat wong belitang.

  10. Kang Kombor Januari 3, 2007 pada 5:39 pm #

    Kang Kombor ikhlas untuk bersaing. Loh?

    Nggak dhing. Kang Kombor ikhlas menulis apa adanya tentang apa saja yang ada di blog Kang Kombor. Termasuk, misalnya kalau di sana ada semacam panduan atau tutorial. Walaupun mungkin saja ada yang menulis tutorial lebih bagus secara teknis, belum tentu mudah ditangkap. Tentu saja, niat bikin blognya bukan untuk tema tertentu karena seperti Mas Jtabah, pernah bikin pakai niat malah nggak jadi-jadi.

  11. prayogo Januari 3, 2007 pada 11:51 pm #

    Syarif Winata***: Yah, internet ibarat gudang yang penuh dengan ilmu. Semua yang kita cari akan kita dapatkan, tetapi pastinya dengan keywords yang benar. Karena kalau tidak dg keywords yang benar, hasil temuan kita akan ngelantur kemana-mana. Nambah belakangan saya lebih asik berdiskusi dan ngobrol dengan temen2 di dunia mayaku (termasuk kalian semua para blogger) di bandingkan dengan temen2 di dunia nyataku.

    Saya setuju sekali dengan mottonya ilmukomputer, bahwa ikatlah ilmu dengan menuliskannya.

    jtabah***: memang sangat gampang bikin blog, siapa bisang susah, tinggal klik, klik, jadi deh. btw, ada cerita lucu lho, suatu hari saya pernah chatt ama anak makassar, kemudian ngobrol sana-sini, dan akhirnya saya kenalkan blog saya, kemudian dia minta di buatkan saya blog. Setelah blog selesai, tau tdk apa kata dia “Kalau kakak punya kembaran, pasti akan saya pacari kembaran kakak, soalnya mau macarin kakak yg satu ini (saya) sudah punya pacar” kemudian saya tanya, “emangnya kenapa?” abis kakak pinter, begitu dia jawab. Padahal saya bisa blog nggak terlalu bisa-2 banget. Semudah itukah dia bilang “CINTA” he he he. Just sharing…..

    Bagus itu memang relatif dari mana kita memandangnya, bagus menurut saya belum tentu bagus buat jtabah. Salam kenal kembali ya…..

    Kang Kombor***: Bersaing dalam artian yang positif tentunya ya Kang. Sayajuga begitu akan menulis apa saja sesuai dengan term saya di atas, teknologi informasi, sosial dan kebudayaan. Saya yakin kok, apapun yang kita tulis pasti akan ada manfaatnya, saya yakin banget itu.

  12. budhe Januari 4, 2007 pada 6:37 am #

    Saya juga sudah merasakannya mas. Banyak dibantu oleh teman-teman blog yang baek-baek. Di support. di encourage dll. Termasuk sama Mas Yoga. Tapi sayangnya belum pernah nulis yang berguna he..he.. Gak bisa nulis soalnya he..he..

  13. ardijono April 16, 2007 pada 2:42 pm #

    Benar, apa yang dituangkan berupa huruf dalam blog… adalah uneg-uneg, pikiran, kemampuan, keinginan sekaligus kekuatan untuk mengatasi kelemahan, kegundahan mencari jalan penyelesaiannya. Semua punya kemampuan dan berpotensi, hanya saluran/outletlah membikin “masalah ” seperti : harus konsultasi/dialog melalui profesi, bikin coretan/tulisan mesti di”edit/seleksi” sistem acuan baku membuat beku kuncup-kuncup tunas muda mulai skadar menulis, media curahan/jeritan qolbu.

    Di media blog… kuncup tunas muda, mampu tumbuh dan mekar hingga akar-nya menjalar kemana-mana sambil belajar menyerap beragam nutrisi dan melahirkannya rupa beraneka ragam warna daun, bunga dan buah menyegarkan di mata mengenyangkan qolbu, menyadarkan pikir, meluruskan langkah diantara komunitas blogger.

    Saling berbagi dan berempati, media ajang menenangkan diri
    drpd hiruk pikuk kacaunya “dunia persilatan/kangouw” cuma bikin frustasi ketimbang prestasi…

    Hayolah dimulai dari sini,
    dari segenap pelosok ujung dunia, kita dipertemukan oleh berbagai aliran
    mbingkilno/ndandani mental / qolbu wong indonesia mencari jati diri dan agar bisa syukur juga bangga menjadi bangsa indonesia

    nyambung opo ora iki..
    ayas sendiri belum poenya blog, masih kleyang kabur kanginan hehehe..
    baru menclak-menclok/bertamu ke blog-blog Anda kawan-kawan, mohon
    dimaafkan… belum bermampuan bikin blog.. masalahe masih go-blok
    hihihihi…

  14. penginapoan di jakarta Maret 5, 2011 pada 11:50 am #

    apakah banyak orang yang ikhlas dengan syungguh sungguh ..??

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: