Di Cubit, “Sakit” Memang

23 Jan

“Secara khusus saya mengucapkan terima kasih kepada teman-teman yang telah memberikan doa untuk kesembuhan saya. Semoga Tuhan Yang Maha kuasa membalas segala amal kebaikan teman-teman semua, Amin Ya Robal Alamin.”

Alhamdulillah, akhirnya setelah hampir kurang lebih dua minggu berbaring di tempat tidur dan melakukan segala aktifitas dengan tangan kiri. Kini kesehatan saya pelan-pelan sudah berangsur membaik, tangan kanan saya sekarang sudah bisa di gerakkan pelan-pelan (bahkan sudah bisa di gunakan untuk mengetik). Untuk informasi, setelah dirongent ternyata hasilnya tidak membuat saya stres. Karena sebelumnya saya di indikasi mengalami patah tangan kanan. Sukur, indikasi itu ternyata salah. Namun sebenarnya bukan patah, kalau retak memang benar. Semua ini terjadi karena kesalahan saya. Andai malam itu saya tidak melakukan hal bodoh tersebut. Kejadian yang sudah terjadi bagai kereta yang akan berjalan, sekali jalan maka tidak akan perah kembali atau berhenti. Seperti kita kalau ketinggalan kereta, tidak ada dalilnya tuh kereta berhenti hanya sekedar untuk menunggu kita. Kalau sudah jalan ya sudah dia akan tetap jalan.

Merupakan kebiasan jelek saya, kalau mengendari sepeda motor pada saat mengerem selalu menggunakan rem depan/cakram. Ini sebenarnya tidak boleh di gunakan sendiri, dia harus di kombinasikan dengan rem belakang. Tetapi malam itu tidak, sebenarnya lubang yang tempat saya jatuh tidak terlalu dalam. Tapi karena saya menggunakan rem depan maka terjatuhlah saya. Sungguh penyesalan yang selalu datang belakangan. Andai malam itu saya tidak melakukan itu, pasti saat ini kondisi saya masih baik-baik saja. Pasti saya selalu bisa menulis di blog kesayanganku ini. Karena saya merasa rindu sekali untuk kembali menuliskan ide-ide yang ada di benak saya. (walau mungkin tulisan-tulisan di blog ini tidak berguna, terserah orang menilainya). Sebenarnya saat menulis postingan ini kondisi tangan saya masih terasa sakit. Karena memang tangan saya belum 100% pulih dari retak, nyeri dan sakit masih terasa di lengan saya.

Kalau saya pikir, sebenarnya ini hanya ’cubitan’ dari Yang Maha Kuasa, bukan merupakan tonjokan atau pukulan telak. Saya masih termasuk beruntung, karena hanya tangan kanan saya yang retak, tidak sampai patah seperti dugaan awal. Dan juga untung hanya tangan kanan, tidak ke dua-duanya. Sebenarnya kita manusia ini tidak ada apa-apanya. Tidak ada yang bisa kita sombongkan di depan Allah SWT. Badan ini milik Allah, jadi Allah berkuasa dengan apa yang DIA punyai. Tangan, kaki, mata, kepala, semua ini milik Allah. Jadi jangan sekali-kalai merasa sombong bahwa badan ini milik kita. Oleh sebab itu kita harus bisa menjaga amanah yang telah Allah berikan kepada kita (manusia).

Hikmah memang selalu harus diambil dalam setiap peristiwa yang telah terjadi. Begitu juga dengan kecelakaan yang menimpa saya. Saya harus berintropeksi diri dengan apa yang selama ini saya lakukan. Sepertinya terlalu sering saya mengalami kecelakaan, ada apa ini? Walaupun begitu Tuhan Yang Maha Kuasa masih sayang dengan hambanya ini. Terbukti saya masih di beri cobaan dengan hanya retaknya tangan kanan. Karena kalau Allah sudah tidak sayang dengan saya, pasti saya tidak akan di coba atau di cubit seperti ini. Layaknya guru dengan murid, kalau guru masih punya rasa care terhadap siswanya, pasti guru akan memberikan perhatian, tugas dan kasih sayangnya. Tetapi kalau guru tersebut sudah masa bodoh, maka dia tidak akan berbuat apapun terhadap siswa. Siswa mau belajar, siswa mau bolos, terserah. Dan saya yakin Allah menguji atau memberikan cobaan ke hambanya dengan kapasitas yang hamba tersebut pasti sanggup untuk menyelesaikannya. Allah tidak akan memberikan ujian kepada hambanya melebihi kemampuannya (manusia). Semua berasal dari Allah dan akan kembali kepada-NYA. Akhirnya hanya doa dalam kepasrahan dan kekhusukan yang bisa saya panjatkan, semoga kejadian ini tidak akan berulang di hari esok, AMIN.

11 Tanggapan to “Di Cubit, “Sakit” Memang”

  1. helgeduelbek Januari 23, 2007 pada 10:37 am #

    Wah syukur sudah mulai pulih. Semoga 100% sembuh. Emang komposisi pengereman 60% depan dan 40% itu yang bener katanya. Kalau lagi normal belakang saja kan cukup.

  2. prayogo Januari 23, 2007 pada 10:44 am #

    helgeduelbek***: Iya nih mas, terima kasih atas doanya. Dan semoga secepatnya saya bisa mendapatkan 100% untuk pulihnya tangan saya.

    Untuk pengereman memang katanya 60% belakang dan 40% depan. Dan salah saya waktu jatuh itu 180% menggunakan rem depan, ini salah, salah sekali. Nanti kalau sh bisa naik motor kembali, saya akan lebih banyak menggunakan rem belakang dari pada rem depan.

  3. de Januari 23, 2007 pada 10:51 am #

    Waduh, sudah ngeblog lagi toh? Ya sudah welkambek dah. Semoga cepet sembuh.

  4. micokelana Januari 23, 2007 pada 11:16 am #

    Wah mending gak usah pake rem yog, pasti langsung los deh. He..he..
    Met beraktifitas lagi ye men…

  5. endang Januari 23, 2007 pada 2:14 pm #

    seneng pake rem depan, mgkn dulu salah waktu belajar naik sepedanya ya…yg penting, alhamdulillah sudah bisa ngeblog lagi, biarpun ngetiknya pake sengkring2. Dan jadi dapet hikmah ya dari kecelakaan itu…Makasih ya mas, sudah sampe di blog saya.

    http://endangcinta.blogspot.com
    http://endangwithnadina.blogspot.com

  6. laras Januari 23, 2007 pada 2:41 pm #

    duh..sedang sakit to…semoga segera cepat pulih ya mas dan maen ke blog saya lagi..slam kenal kembali

  7. Kang Kombor Januari 23, 2007 pada 7:47 pm #

    Semoga cepat pulih seperti sediakala, Kang Prayogo.

  8. neeya Januari 28, 2007 pada 10:05 pm #

    webek om!
    seneng kan udah mulai ngetk lagi ^^
    brarti memang smua itu harus serba berimbang ya om. Ndak cukup salah satu aja dipakai (maksutnya rem loh)🙂

  9. xwoman Februari 21, 2007 pada 10:00 am #

    Wah sayang sekali aku member baru di WP jadi ketinggalan deh ama topik ini… gpp ya telat juga share pengalaman!
    Kalo aku si… pengalaman dengan motor itu ;
    – suatu malem mau beli pulsa aku naik motor dibonceng ama adikku, waktu di simpang lima (entah kesalahan siapa) tiba-tiba motor tertabrak oleh mobil angkot, alhasil… aku terlempar sejauh kurang lebih 15 m, meluncur gitu!
    – suatu pagi pas mau berangkat kerja aku naek ojek, melewati jalan yang ga biasanya… sepanjang jalan got melulu. Karena ojek yang aku tumpangi joknya licin, makanya secara tak sadar aku terjatuh dari motor. (Untung ga masuk got juga, Alhamdulillah) sebenernya sih sakitnya ga seberapa, cuma malunya itu lho! Mana di belakang aku banyak banget laki-laki yang sedang pada ngerumpi. Ih ngapain laki-laki ngerumpi, pagi-pagi lagi!
    Abis itu aku bertekad untuk bisa naik motor sendiri.
    – Suatu malam aku merengek2 minta ama kk-ku diajarin naik motor. Dengan terlihat sedikit males akhirnya dia kalah juga mau ngajarin aku. Posisinya dia yg dibonceng, ya namanya baru belajar aku injek gigi dan aku gas sekalian, akhirnya para tetangga keluar karena suaranya yang nnngggg…. aku pindah gigi lalu mulailah motor berjalan, baru jalan berapa puluh meter, kk-ku sport jantung aku nyaris saja nabrak benteng kalo dia ga langsung megang kendali, hahaha…. mukanya ketakutan banget, katanya pas sampe rumah langsung panas dingin.
    – Malem berikutnya aku latihan motor lagi, kali ini rute yang diambil adalah 1 way tapi yang naik turun. Kk-ku ngelepas aku sendiri dia nunggu di ujung jalan… ceritanya aku udah mulai agak lancar. Sewaktu jalan turun aku mau belokin motor. Dan sama dengan mas pra yang aku lakukan adalah dengan cepat meraih rem tangan mendadak karena waktu mau belok gak taunya di depan aku tiba-tiba ada yang jualan bakpau, hahaha… dan akhirnya aku dan motorpun terjatuh. Lampu depan jadi korban…

    itulah beberapa kisah aku dengan motorku, btw mas pra waktu itu emang masih belajar juga ya hehehe……

  10. prayogo Februari 21, 2007 pada 12:59 pm #

    xwoman***: Nggak kok, saya sudah bisa naik motor lama banget, sejak dari kampung sekitar tahun 1999-an.

  11. M Shodiq Mustika Maret 1, 2007 pada 3:12 am #

    Alangkah baiknya bila Bung Prayogo daftarkan postingan ini di
    http://muhshodiq.wordpress.com/2007/02/28/pendaftaran-%e2%80%9ctop-posts%e2%80%9d-jan-feb-2007/
    pada kategori Responsive dan kategori lainnya yang relevan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: