Efektif dengan waktu

2 Feb

Waktu, mungkin untuk sebagian orang tidak terlalu penting atau bahkan banyak orang yang dengan sengaja menghabis-habiskan waktu tanpa ada manfaatnya sedikitpun. Duduk melamun sendirian, tanpa jelas apa yang di pikirkan. Ngobrol ngalor ngidul tanpa jelas apa yang sedang di bicarakan, browsing di internet tanpa jelas apa yang di cari, dan lain sebagainya. Kalau kita mau sadar, bahwa waktu sangatlah penting. Dalam Al Qur’an juga di jelaskan bahwa waktu begitu penting.

”Demi waktu, sesungguhnya manusia itu benar-benar berada dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal sholeh dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan menetapi kesabaran” (QS al-Ashr (103): 1-3)

Manusia berada dalam kerugian yang sangat besar, jika waktu yang mereka punyai hanya di biarkan begitu saja. Tanpa di isi dengan hal-hal positif, yang berguna untuk semuanya. Semua orang mempunyai waktu yang sama. Seorang penguasa sukses punya waktu 24 jam sehari, pengusaha biasa, karyawan, mahasiswa, pengangguran, mereka semua sama, mempunyai waktu sehari semalam 24 jam. Allah SWT tidak membeda-bedakannya. Baik yang berwarna kulit hitam, putih, bule, semua sama. Baik kita yang tinggal di pedalaman pedesaan atau kita yang tinggal di tengah perkotaan. Semua sama dalam hal mendapatkan jatah waktu, yakni 24 jam sehari semalam.

Tetapi walaupun begitu banyak perbedaan yang terjadi dengan para pengguna waktu tersebut (manusia). Ada orang yang dengan waktu 24 jam bisa mengerjakan 100 jenis pekerjaan, ada orang yang dengan 24 jam bisa mengerjakan 10 jenis pekerjaan, ada orang yang dengan 24 jam hanya mengerjakan 1 jenis pekerjaan. Bahkan ada orang dengan 24 jam yang diberikan tidak mengerjakan satu pekerjaanpun. Masa Allah, alangkah ruginya orang seperti ini.

Sebagai catatan, mari kita renungkan dan pahami sebuah hadist di bawah ini. Manfaatkanlah lima kesempatan, sebelum datang lima kesempatan yang lain. Pertama, manfaatkan masa mudamu, sebelum datang masa tuamu (dengan ibadah). Kedua, manfaatkan masa sehatmu sebelum datang masa sakitmu (dengan amal sholeh). Ketiga, manfaatkanlah masa kayamu, sebelum datang masa miskinmu (dengan sedekah). Keempat, manfaatkanlah masa hidupmu sebelum datang masa matimu (mencari bekal hidup setelah mati) dan kelima, gunakanlah masa senggangmu sebelum datang masa sempitmu (Al-Hadist). Jadi memang begitu sangat berharganya waktu yang telah di berika kepada kita.

Suatu kali Legh Richmond pernah berkata ”Ada saat lahir dan ada saat mati, tetapi ada jarak antara keduanya”. Apakah jarak tersebut, jarak tersebut adalah hidup. Hidup menyangkut dengan waktu. Mari kita gunakan waktu ini dengan sebaik-baiknya dengan aktivitas yang bermanfaat, baik untuk diri kita sendiri bahkan kalau bisa untuk orang lain. Manusia di lahirkan di dunia ini agar dia menjadi Rahmatan Lil Alamain. Menulis sesuatu yang bermanfaat di blog adalah salah satu cara mengisi waktu yang bermanfaat atau berguna untuk orang lain.

Tetap semangat, dan terus berjuang.

16 Tanggapan to “Efektif dengan waktu”

  1. wahyu Februari 2, 2007 pada 9:07 am #

    Jadi teringat nasehat Prof Henry Guntur Tarigan, bahwa setiap orang didunia ini diberi jumlah waktu yang sama dalam sehari, yang membedakannya hanya bagaimana orang menggunakan jatah waktu tersebut, beliau berkata ” Saya bangun jam 4 pagi, menulis sampai jam 6 pagi, baru berangkat ke kantor.” Hasilnya saat ini ada ratusan buku yang ditulis beliau.

  2. micokelana Februari 2, 2007 pada 10:39 am #

    petuah bijak tentang waktu memang sangat bermanfaat bagi kita dalam menjalani hari-hari.

  3. neeya Februari 2, 2007 pada 5:09 pm #

    memang mengelola waktu buat aku sendiri rada ribet. Rasa2nya 24 jam sehari itu masih kurang aja. Meski aku merasa menghargai waktu, tapi kok sptnya lebih sering waktu yang mengendalikanku ya???

  4. helgeduelbek Februari 3, 2007 pada 5:59 am #

    hari-hari untuk belajar, untuk mencari kebenaran, memberi manfaat untuk kebaikan.

  5. cakmoki Februari 4, 2007 pada 4:20 am #

    Mengatur waktu untuk memberi manfaat bagi sesama adakalanya sulit, namun jika dilandasi niat, usaha dan mohon petunjuk-Nya rasanya bisa ya😀

  6. mrtajib Februari 5, 2007 pada 7:28 pm #

    yang sulit sekrang waktu kapan harus ngeblog…..kapan harus kerja, karena kadang kita kerja sambil ngeblog…repot pak.

  7. senyumsehat Februari 6, 2007 pada 8:48 am #

    Pak Prayogo, thanks sudah mampir blog saya,
    Herannya kalau lagi nunggu waktu itu luamaaaa banget jalannya, klo lagi asyik…walah kok cepet buanget…jd yg membedakan itu sebenarnya aktivitasnya bukan waktunya, hehehe klo gitu pas nunggu sambil ngeblog saja….:-)

    Salam,
    Evy

  8. petroek Februari 6, 2007 pada 3:42 pm #

    Wah mas, postingan anda bagus sekali.

  9. laras Februari 6, 2007 pada 4:29 pm #

    kadang orang yg mempunyai banyak waktu malah dihambur-hambur nggak karuan…

  10. kikie Februari 6, 2007 pada 4:42 pm #

    a, waktu …
    saya saat ini tengah merasa menyesal sekali karena banyak menyia-nyiakan waktu. kebanyakan tidur, melamun, … what a waste.
    saya harus merubah kebiasaan itu!!

  11. kenzt Februari 6, 2007 pada 10:16 pm #

    aku pernah baca kalimat bijak yang isinya kurang lebih begini:
    “Tempat terjauh adalah waktu yang baru saja berlalu”

    Saya sepakat jika anda bilang efektif dengan waktu, bukan efisien dengan waktu. Masalahnya tulisan anda diatas mengenai 100 pekerjaan sehari atau nol pekerjaan sehari membuat aku sedikit bingung, tapi sudahlah toh aku paham kalo maksud anda adalah efektif waktu.

    Saat ini begitu banyak orang yang melakukan apapun seolah diburu waktu, sebisa mungkin melakukan banyak hal dengan waktu yang sesedikit mungkin. Mungkin itu efisien waktu, tapi belum tentu efektif. Efektifitas waktu tidak pernah diukur dari berapa banyak sesuatu yang sudah dilakukan dalam hitungan waktu tertentu. Efektif dengan waktu, yang aku pahami, adalah berusaha memanfaatkan semaksimal mungkin waktu yang dipunyai untuk melakukan hal-hal yang kita anggap penting (important), bukan sekedar untuk melakukan hal-hal yang mendesak (urgent). Hal itu kalo aku pahami dari tulisan Mas Prayogo adalah dengan adanya kalimat “…di isi dengan hal-hal positif…” Hal positif tidak berarti banyak melakukan sesuatu, namun hasil dari sesuatu yang dikerjakan itu positif secara kemanfaatannya.

    Bacaan menarik tentang waktu dan penggunaannya, namun bukan menurut Agama Islam, melainkan menurut beberapa pakar pengembangan diri/motivasi, antara lain:
    1. the 8th Habit (Stephen Covey)
    2. Power of Focus – Kekuatan Fokus (Stephen Covey dkk)
    3. Today Matters – Hari Ini Penting (John C. Maxwell)
    Mungkin komentar saya diatas sedikit banyak terpengaruh dari ketiga buku tersebut.

  12. Kang Kombor Februari 7, 2007 pada 12:23 pm #

    Walaupun sudah pernah mendapat pelajaran tentang manajemen waktu, di mana kita kudu membagi aktivitas itu menjadi: penting – mendesak, penting – tidak mendesak, tidak penting – mendesak dan tidak penting – tidak mendesak, mempraktekkannya kok ya angel tenan. Contoh paling sederhana adalah sholat: penting – mendesak. Tapi, prakteknya kok jadi penting – tidak mendesak. Bahkan, nyuwun sewu, ada yang menjadi tidak penting – tidak mendesak.

    Maturnuwun pituturnya, Kang.

  13. ichsanmufti Februari 7, 2007 pada 4:57 pm #

    Wuih.. postingan keren nih!!! mencerahkan

    menggugah kita agar lebih memahami makna waktu yang tak lama ini, perasaan masa kecil itu baru kemarin, sekarang kita dah dewasa, tak lama lagi berarti….. waah, kita akan mati,

    dan ditanya tentunya

  14. venus Februari 8, 2007 pada 1:01 am #

    saya belum ‘lulus’ soal menghargai waktu, kayaknya.
    masih harus banyak belajar…:)

  15. jokotaroeb Maret 5, 2007 pada 3:16 pm #

    “Time is Money” itu kata orang bisnis, tapi bagi saya waktu adalah berharga jadi jangan sia-siakan waktumu setidaknya dalam waktu luang cobalah mengingat allah dengan sholat sunat atau zikir.

    Ya, sebagai muslim seharusnya kita begitu. Tiada waktu yang harus terbuang dengan sia-sia. Oleh sebab itu kita harus selalu mengisi waktu dengan selalu ingat kepada sang pencipta.

  16. guntur Maret 7, 2007 pada 11:58 am #

    ayo bangun bangsa ini dengan saling menasehati..hidup indonesia!!! hidup islam

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: