Stresskah Anda?

12 Feb

Stress, pasti prilaku yang satu ini semua orang sudah pernah merasakan. Siapa yang tidak pernah merasakan stress, semua orang pasti sudah pernah merasaknnya. Baik itu orang kaya, orang miskin, yang berbadan besar, berbadan kecil, presiden, pejabat atau kita sebagai orang kecil atau sipil, semua pasti sudah pernah merasakkannya. Apalagi kita yang hidup di jaman yang serba susah seperti ini. Bencana datang secara silih berganti. Kemiskinan di sana sini, pengangguran makin hari makin meningkat, dan segala persoalan yang lain yang ada di sekitar kita. Menurut M.T. Matteson dan J.M. Cevich stress adalah respon seseorang, baik yang berupa respon emosi, fisik dan kognitif (konseptual).

Stress sendiri dapat di bedakan menjadi dua katagori. Pertama Eustress, yakni stress yang menyenangkan karena di dapat setelah menerima pujian atau penghargaan. Misal baru saja kita mendapat ”penghargaan” sebagai blog yang masuk dalam 5 besar blog yang bagus dan kreatif, karena postingan-postingannya selalu bermutu, dan lain sebagainya. Atau baru saja dianugrahi sebagai blog seleb, dan lain sebagainya. Maka setelah mendapat pujian tersebut saya yakin akan ada stress dalam hidup si penerima penghargaan tersebut. Stress dalam artian, kedepan si penerima anugerah tersebut akan dituntut membuat postingan semakin menarik dan kreatif. Kalau tuntutan ini bisa dipenuhi, tidak jadi masalah, namun kalau tidak, maka stress yang akan muncul menggantikannya. Ini yang perlu di waspadai.

Kedua, Distress, suatu stress yang diakibatkan oleh kondisi-kondisi yang tidak menyenangkan. Misal di PHK dari tempat kerja, mutasi, karena kematian, perceraian, beban kerja yang banyak dan lain sebagainya.

Menurut I. Cox efek stress di bagi dalam lima: pertama, efek subjektif: tidak sabar, agresif, frustasi, malu, murung, gugup dan menyendiri. Kedua, efek terhadap prilaku: mudah emosional, sering mendapatkan kecelakaan, perokok berat, makan berlebihan atau tidak mau makan sama sekali. Ketiga, efek terhadap kognitif: tidak mampu berkonsentrasi, tidak mampu membuat keputusan, pelupa, sensitif terhadap kritikan dan suka menyangkal. Keempat, efek fisik: tekanan darah, mulut menjadi kering, sesak napas, gatal-gatal. Kelima, efek organisatoris: komunikasi antar personal yang lemah, kinerja menurun, membenci pekerjaan, absen kerja dan lain sebagainya.

Stress dalam kehidupan kita sehari-hari pasti tidak akan bisa dihindari. Tinggal bagaimana kita mengenali sumber-sumber munculnya stress dan selanjutnya bagimana cara-cara kita mengatasinya. Ada banyak cara untuk bisa mengatasi stress. Antara lain dengan berolahraga, meditasi, rileksasi, mengembangkan minat atau hobi, konsultasi, curhat dan lain sebagainya.

Terakhir, sebagai muslim tidak ada salahnya kalau kita mengamalkan bait-bait kata di dalam sebuah sair lagu yang di populerkan oleh Opick dengan judul lagunya Tombo Ati. Karena muara dari semua masalah yang ada di dalam kehidupan kita adalah dari dalam HATI.

Tamba ati iku ana limang perkara,
Kaping pisan maca Qur’an sakmanane,
Kaping pindo shalat wengi lakanana,
Kaping telu dzikir wengi ingkang suwe,
Kaping papat wetengira ingkang luwe,
Kaping lima alim sholeh (ahli ilmu) kumpulana;
Sapa salah sawijining bisa anglakoni;
insya Allah Gusti Pangeran ngijabahi.

Tetap semangat, dan terus berjuang.

13 Tanggapan to “Stresskah Anda?”

  1. helgeduelbek Februari 12, 2007 pada 2:05 pm #

    Bener, stress katanya gak bisa dihindari, maka perlu manajemen stress segala. Tapi dikurangi mungkin bisa, dengan tidak terlalu banyak menaruh harap akan sesuatu, niatkan untuk yang baik, ambil energi negatif yang dihasilkan pihak lain untuk kekuatan diri. Agak sulit realisasinya tapi yakin bisa.

  2. mrtajib Februari 12, 2007 pada 2:06 pm #

    kurang satu pak,
    kaping enem, ngeblog mbengi ingkang suwe….

  3. prayogo Februari 12, 2007 pada 3:17 pm #

    helgeduelbek***: Bener mas, kita memang tidak boleh terlalu berharap akan sesuatu. Karena akibatnya kalau terlalu berharap nanti kalau tdk jadi malah stress.

    mrtajib***: Setuju, tadi waktu nulis kelupaan.

  4. Dani Iswara Februari 12, 2007 pada 11:53 pm #

    nah berkurang ngga stresnya stlh melampiaskan via blog, krn ktnya emang perlu penyaluran/pengalihan/pembuangan, yg dicurhatin jg kadang cuman ngedengerin (ngebaca) aja..😀

  5. fertobhades Februari 13, 2007 pada 12:25 am #

    American Psychological Association pernah membuat list 100 kejadian/peristiwa yg bisa memicu stress pada seseorang. Tapi penelitian dibuat di sono (Amrik). Di urutan 1 kalau nggak salah adalah kehilangan orang terdekat (suami/istri). Tapi kalau dibuat di Indonesia, mungkin Banjir masuk 5 besar kali ya ?🙂

    Nulis komen ini juga lagi stress🙂

  6. cakmoki Februari 13, 2007 pada 2:39 am #

    bagi yang bujangan kurang satu pak.
    kaping pitu poro bujang enggal rabi.
    Gak nyindir, kalo tambah stress ditanggung sendiri😀

  7. Deni Triwardana Februari 13, 2007 pada 6:47 am #

    Saya sependapat dengan akhir dari tulisan Pak Prayogo gunakan Tombo Ati untuk menteralkannya

  8. kangguru Februari 13, 2007 pada 10:49 am #

    Stress ach biasa bagi gurumah, dinikmati aja. Stuju pake tombo ati plus menghibur diri, tengah bulan coba deketin pengurus koprasi ach

  9. juliach Februari 15, 2007 pada 2:59 pm #

    Nambah :
    Kaping wolu plesir ojo lali karo handphone dimatii bigboss dicueki

  10. prayogo Februari 16, 2007 pada 2:36 pm #

    Dani Iswara***: Iya mas, memang di saat stress harus ada media untuk pelampiasannya. Asal jagan asal di lampiasin aja ya.

    fertobhades***: Banjir juga bikin stress. Wah kalau gitu nggak usah kasih koment lagi dong (biar nggak stress), he he he

    cakmoki***: Pengennya sih cepet2 rabi Cak, tapi urung siap.

    Deni Triwardana***: Semoga bisa di implementasikan pak.

    kangguru***: Semoga sukses deketin pengurus koperasinya ya pak.

    juliach***: Kadang memang sebel, lagi libur si bos telpn. Saya juga (kdang) kalau libur handphone saya matiin (tp kadang-kadang)

  11. m_kharis Februari 26, 2007 pada 8:32 pm #

    hidup nggak punya rasa…………
    bisa menghindari stress kali…….
    hidup dengan rasa………………..
    cepat mendatangkan stress…….
    karena stress……………………..
    pikiran kita jadi hidup…………….
    hidup stress……………………….

  12. mrtajib Maret 2, 2007 pada 2:44 pm #

    stresss yang saya sering saya alami ketika sudah duduk di depan notebook, merasa ada ide yang mau ditulis….eee..datang tamu, dan gak pulang-pulang. Mau ngurak (menyuruh pergi)…gak mungkin…..

  13. Sarono Putro Sasmito April 28, 2007 pada 8:18 pm #

    Mas Prayogo, maaf aku kehilangan info waktu mas Prayogo kirim balek atensi lewat emailku. Soale waktu iku terhapus. Aku pengen kito tetep saling kontak.

    Rencangmu soko Tugumulyo Musi Rawas
    Saiki ngasto dadi
    Pemimpin Redaksi Buletin Suara Pendidikan di Sumsel
    ISSN:1978-3191
    dan Redaktur Pelaksaana Tabloid Desa ISSN: 0216-714X
    website: http://www.tabloid-desa.com
    HP-ku:08153801762

    Terimakasih Mas, senang bisa kenal dengan sampean, walau hanya di dunia maya. HP-ku: 0815-1960-7741

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: