Jangan meremehkan sebuah postingan

13 Mar

Sadar tidak kah teman-teman semua, bahwa kalau kita jeli dan mau memperhatikan apa-apa yang di tulis diblog itu merupakan ilmu untuk kita semua. Tetapi terkadang kita mengacuhkan hal-hal sepele tersebut. Sering kali kita hanya membaca judul postingannya, tanpa membaca isinya sampai habis. Lalu kemudian memberikan komentar yang sebenarnya maaf kalau saya menyebutkan tidak terlalu berguna. Suatu kali Mas Urip pernah memposting sebuah tulisan yang kurang lebih isinya tentang komentar-komentar di blog yang sifatnya membangun atau menambah ilmu. Itu memang betul sekali, kalau komentar-komentarnya bagus, dalam artian se pemberi komentar sebelum menulis membaca terlebih dahulu secara keseluruhan postingan tersebut. Kemudian baru memberikan komentar. Sudah barang tentu untuk yang seperti ini komentarnya pasti akan bagus dan nyambung dengan topik yang diangkat. Selain nyambung, komentar tersebut juga akan menambah wawasan si penulis dan pembaca yang lain. Jadi di sini terjadi peristiwa timbal-balik. Saling menguntungkan bukan.

Saya termasuk orang yang suka melakukan blogwalking. Namun terkadang setiap kali saya membaca postingan, tidak harus (selalu) meninggalkan jejak. Karena terus terang, kalau saya mau meninggalkan jejak, saya harus membaca dulu semua isi postingan, baru setelah itu memberikan komentar. Hal ini saya lakukan karena saya takut komentar yang saya berikan tidak nyambung dengan isi materi. Dan maaf, ini saya lakukan bukan saya mau sok hebat-hebatan. Tetapi lebih karena saya ingin komentar yang saya berikan paling tidak memberikan tambahan gagasan, ide atau yang lain. Jadi maunya komentar bukan asal komentar (halah).

Awalnya saya terkagum ketika suatu kali saya melakukan blogwalking, ada satu tulisan dengan jumlah komentar mencapai angka tiga digit. Wah hebat sekali blog ini (sambil geleng-geleng kepala). Akan tetapi setelah saya buka dan baca komentar-komentar yang ada di situ ternyata banyak komentar yang tidak nyambung atau asal komentar. Mungkin ini dilakukan si komentar supaya dianggap sudah membaca seluruh postingan oleh si penulis blog, padahal tidak (kacian). Atau sebenarnya ada alasan lain, kenapa si pembaca tidak membaca suluruh isi postingan. Mungkin karena keterbatasan waktu akses internet, sehingga tidak memungkinkan membaca sampai habis. Kalau memang itu yang terjadi, sungguh beruntung rekan-rekan yang punya waktu akses internet lebih lama. Sehingga ada kesempatan untuk membaca sampai habis sebuah postingan, baru setelah itu memberikan komentar yang smart.

Terlepas dengan waktu akses internet yang sebentar atau lama. Buat saya, semua tulisan yang di posting di blog merupakan ilmu untuk saya. Oleh sebab itu, jika pada saat saya punya akses internet lama, maka akan saya baca tulisan tersebut sampai habis. Namun jika kesempatan akses internet saya terbatas, maka tulisan tersebut akan saya copy-paste di harddisk, sehingga lain waktu saya bisa membacanya pada kondisi offline. Karena dengan membaca tulisan-tulisan yang ada di blog, sungguh telah memperkaya pengetahuan saya, yang sebelumnya tidak tahu jadi tahu, yang sebelumnya tidak jelas jadi jelas, dan lain sebagainya. Semoga kedepan, blog di tanah air semakin maju dan berkembang. Dengan semakin banyaknya tulisan-tulisan yang bermutu, serta di iringi komentar-komentar yang bermutu juga.

Tetap semangat, dan terus berjuang.

 

24 Tanggapan to “Jangan meremehkan sebuah postingan”

  1. kangguru Maret 13, 2007 pada 11:12 am #

    menurut saya sich ngak ada yang remeh, walaupun kadang kala penulisnya membuat disclmer tentang remehnya tulisan yang dimuat di blognya, tapi saya pribadi melihat keseriusan dai dalam hal -hal yang remeh.

  2. Evy Maret 13, 2007 pada 12:53 pm #

    Wah…wah…pak, ilmunya bener juga tuh pak, nyimpen artikel2 yg penting di copy paste, ya emang kebanyakan ga baca abis, makanya aku golongkan komentar2 tersebut hehehe…
    Betul sekali pak, dunia blog ini malah sangat bermanfaat menambah ilmu, lebih dr dunia nyata karena kita ketemu dg org2 berbeda profesi, keahlian dan usia, smtr di dunia nyata khan ngumpulnya sm itu2 aja, dokter ama dokter, guru sm guru…
    Maturnuwun ya pak Prayogo๐Ÿ™‚

  3. helgeduelbek Maret 13, 2007 pada 1:05 pm #

    Yah kadang mood membaca hilang, ini berarti blogwalking tidak juga meningkatkan minat baca, karena ada genre tertentu untuk seorang blogger. Yah diharap maklum, mereka hanya ingin menyatakan telah hadir untuk mengunjungi blog itu. Yah gak papalah… ibarat kita ketemu dijalan kita tidak cuek sama orang sekedar Hai saja. Seandainya di wordpress.com menyediakan daftar setiap orang yang telah mengunjungi blog kita, maka tidak lagi perlu berkomentar sekedar hai saja. Sebab ini serasa dipaksakan. Gak tahu sih kalau ada niat lain.๐Ÿ™‚

  4. jokotaroeb Maret 13, 2007 pada 4:50 pm #

    Tapi kalau buat saya tidak ada postingan yang remeh karena suatu postingan pasti memiliki arti dan makna tertentu, kadang jika kita ingin memberi komentar harus dipikirkan terlebih dahulu supaya ngambung ghitu๐Ÿ™‚

  5. Kang Kombor Maret 13, 2007 pada 5:28 pm #

    Saya setuju dengan apa yang ditulis Kang Prayogo. Makanya, kalau saya baca sebuah postingan, saya akan baca dari awal sampai akhir. Kalau mau komentar, kadang saya nggulung ke atas dan nggulung ke bawah lagi untuk membaca ulang bagian yang mau saya komentari. Hanya saja, karena saya manusia, kadang-kadang komentar saya ada yang nggak nyambung atau hanya guyon saja. BUT, sumpret, saya tidak bermaksud meremehkan tulisan siapa pun. Saya sangat menghargai sesiapa yang berani menulis. Banyak loh, ahli ilmu yang sangat ingin menulis tetapi tidak tahu mau mulai dari mana. Mau menulis saja bingung.

    Matinya ilmu kan bisa ditandai dengan matinya kemampuan si ahli ilmu untuk menulis. Kalau sudah begitu, maka bisa dijamin zaman kegelapan akan datang lagi.

    Hidup Blogger!

  6. Kang Adhi Maret 13, 2007 pada 8:27 pm #

    Saya membaca postingan ini dari awal sampai akhir. Kesimpulan saya, postingan ini tidak remeh.

  7. fertobhades Maret 13, 2007 pada 9:35 pm #

    Sama Mas Prayogo. Saya juga sering copy-paste ke hard-disk tulisan2 yang menurut saya menarik sementara saya punya keterbatasan waktu untuk membacanya. Terkadang pake speed-reading utk membaca suatu psotingan juga.

    Tapi kalau masalah komentar, tergantung jenis postingannya. Kalau bisa diajak bercanda atau sedikit “memelesetkan” kalimat, maka itu bisa dilakukan.๐Ÿ™‚

  8. venus Maret 13, 2007 pada 9:36 pm #

    walah, jadi malu. jujur nih, kalo lagi gak mood, saya tetep datengin blog temen2 saya, baca sekilas, trus komen. apa aja yg penting komen, hehehe…

  9. panca Maret 14, 2007 pada 4:14 am #

    alhamdulillah gw gak pernah meremehkan postingan orang๐Ÿ˜‰
    malahan gw bersukur banyak sekali manfaat dari situ

  10. ndarualqaz Maret 14, 2007 pada 11:37 am #

    baca sampe selesai….. harus itu, wong ada tulisan yang menarik, gratis lagi, kok gak dibaca…..

    cuma saya kalo mo ngasih koment malah mbaca komen yang lain dulu, baru ngasih koment, takut koment saya udah ada yang nulis, kalo udah ada sih tinggal kasih koment. saya setuju sama pak…… hehehhe

    soal komen diatas saya juga setuju sama kang kombor….

  11. cakmoki Maret 14, 2007 pada 10:58 pm #

    Saya senang offline beberapa tab. Selain bacanya enak, lebih leluasa berpikir. Sejalan dengan postingan ini, bagaimana kalau dibuat tutorial untuk piranti lunak offline ?
    Saya sudah coba, gagal. Software apa yang friedly ? (gratisan)๐Ÿ˜€

  12. mathematicse Maret 15, 2007 pada 2:38 am #

    Setuju banget! Biar ga asal bicara ya Mas?

  13. de Maret 15, 2007 pada 6:40 am #

    Aku yo kesindir nih. Tapi aku pernah kopi postingan Mas Yoga yg isinya tip itu, soalnya lagi ngga punya waktu buat baca. Tapi udah saya baca dan sebagaian saya jadiin bahan siaran malah. Makasih ya..(eh mesti bayar royalti ngga nih?)

  14. herizal Maret 15, 2007 pada 1:45 pm #

    bikin club berita yu?
    nanti dengan klub ini kita membahas berita-berita yang lahi hot buat nambah wawasan. asik ga?

  15. sa Maret 16, 2007 pada 3:02 am #

    mata saya tidak tahan baca lama2 di layar monitor.
    walaupun ingin membaca.๐Ÿ™‚
    tidak semua punya mata yang bagus ya.. hehe..

  16. diran Maret 16, 2007 pada 4:22 pm #

    bener, saya setubuh eh setuju dengan mas prayoga (lelucon ini jadul). tapi tidak bisa disalahkan juga orang yang membuat komentar yang tidak nyambung. hal tersebut bisa disebabkan oleh beberapa hal: pertama, karena orang tersebut tidak sempat baca sampai habis karena suatu hal; kedua, karena orang tersebut lebih tertarik mengomentari pembuat tulisan daripada tulisan itu sendiri; ketiga; orang tersebut ingin menghubungkan tulisan tersebut dengan fenomena lain namun tidak disampaikan dengan bahasa yang jelas; dan yang keempat, karena orang tersebut memang iseng banget. lalu, saya termasuk yang mana?

  17. ..:X W O M A N:.. Maret 16, 2007 pada 4:54 pm #

    Akur mas kadang coment ga nyambung, tapi ya itulah warna-warni orang yang ngeblog…๐Ÿ˜‰

  18. wadehel Maret 19, 2007 pada 12:57 pm #

    Bener pak, disaya sering banget komentar yang super oot. Sering ada yang tiba-tiba maki-maki ga jelas, padahal yang saya sampaikan itu hal yang baik.

    Kemarin2 jadi kepikiran, jangan2 ini karena saya kurang serius kalo komen di blog orang. Makanya sekarang saya jarang banget komen kecuali ngerasa bener2 ngerti, atau bener2 ga ngerti apa yang diomongin.

    Daripada komen ngasal, sekarang saya pengen coba komentar lebih hati-hati.

    Ha ha ha, sebenarnya bukan soal hati-hati atau tidak. Tetapi lebih soal penguasaan materi yang di tulis. Atau karena juga Mas Wadehel nulisnya terlalu berani (ini menurut saya). Jujur, terkadang saya takut baca postingan wadehel, karena menurut saya terlalu berani dengan kata-katanya. (takut dosa kang).

  19. mutiaramaya Maret 20, 2007 pada 1:14 pm #

    saya suka mampir dan baca postingan temen2 blogger, setidaknya saya dapet ilmu dari tulisan mereka, kalo sekiranya bagus dan saya lagi mood komen ya pasti saya komentarin dengan seiyus tapi kalo lagi pengen becandaan ya akhirnya komentarnya juga bernada guyon hehehe

  20. jokotaroeb Maret 22, 2007 pada 1:15 pm #

    kalau komen ga nyambung sih wajar aja mungkin postingan kita belum dia pahami jadi coment seadanya saja, ya…itung2 silaturahmi.

    Yup saya setuju, tapi jangan selalu tidak nyambung, he he he

  21. Ken Reidy Maret 26, 2007 pada 12:58 am #

    seringkali aku blogwalking ke suatu blog dan ngga lama kemudian aku segera tutup dan beralih ke blog laennya hanya karena nggak nyambung dengan postingan yg ada di blog tersebut, ato ngga menarik minat untuk baca isinya (karena dari judulnya aja udah jelas ga ngehhh). Ada kalanya juga begitu baca postingan tapi ngga berkomentar hanya karena komentar sejenis udah ditulis duluan sama blogger lain atau juga mau berkomentar tapi karena udah terlalu banyak jadi batal, takut pendapat/komentar kita nggak terbaca tapi malah terselip diantara tumpukan komentar.

    Tapi gimanapun, setiap orang punya karakter berbeda untuk apapun, termasuk menyikapi bagaimana seharusnya berkomentar/beropini di sebuah postingan.

  22. grandiosa12 Maret 26, 2007 pada 1:06 am #

    saya ini tukang komen asal (karena suka bercanda) jadi mohon maaf saja kalo ada yang tersinggung.. hihihi.. eh punten salam kenal dulu ah..

  23. rita Maret 31, 2009 pada 2:26 am #

    commat kenal admin,blognya bagus dan menarik semangat para blogger,untuk kemajuan besama.tp alexsa saya masih page Rankings 2.

  24. unnamed Oktober 22, 2014 pada 2:46 pm #

    wow ! super!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: