Akankah gairah itu memudar, lalu hilang?

26 Mar

Baju baru, mobil baru, rumah baru, teman baru, dan termasuk isteri/suami yang baru pasti sungguh menyenangkan. Setiap saat, setiap detik pasti selalu ingin melihatnya, setiap saat, setiap detik pasti ingin di sampingnya. Lalu apa yang terjadi kalau barang-barang tersebut sudah tidak baru lagi. Pasti daya pesonanya akan kurang, dan sudah barang pasti juga rasa suka dan cinta kita terhadap barang tersebut lambat laun akan memudar, lalu hilang.

Saya jadi ingat waktu masa kecil dulu di kampung. Satu minggu sebelum lebaran biasanya semua orang pasti akan membeli baju baru untuk lebaran, termasuk saya. Seakan-akan lebaran harus selalu identik dengan baju baru, padahal tidak demikian. Hari-hari setelah membeli baju baru tersebut selalu saya lihat, saya bolak-balik dan saya pakai. Menjelang malam takbiran, semakin senang dan bergairah hati ini dan bahkan susah untuk tidur. Karena sebentar lagi akan memakai baju baru. Jam tiga pagi hari sudah terbangun, lagi-lagi sambil menunggu subuh tiba, saya lihat-lihat kembali baju baru tersebut. Semakin tidak sabar hati ini ingin cepat-cepat memakainya. Tetapi apa yang terjadi seminggu, atau sebulan kemudian. Baju yang saya anggap baru tersebut sudah tidak ada ubahnya dengan baju-baju yang lain, kusam dan tidak ada daya tariknya kembali.

Begitu juga dengan dunia teknologi (internet) yang saya rasakan. Awal munculnya friendster, begitu hebohnya. Hampir semua orang yang menggunakan internet (baca: kawula muda) pasti mempunyai FS. Begitu juga dengan saya. Lagi-lagi karena friendster hal baru buat saya, setiap satu jam sekali selalu saya login ke friendster ku. Saya ingin lihat ada perubahan apa di dalamnya, dan tidak lupa saya selalu genjar untuk mencari-cari teman. Sebenarnya saya berasal dari desa, sudah pasti teman-teman saya dulu tidak kenal dengan yang namanya friendster. Saya mencari-cari teman, tetapi saya tidak tahu siapa yang saya cari.

Masa berganti. Setelah heboh era friendster, kini pengguna internet heboh dengan yang namanya blog. Kalau saya tidak salah blog mulai benar-benar tenar di kalangan pengguna internet sekitar tahun 2000-an. Sekarang sudah banyak sekali orang yang mempunyai account di blog. Baik itu di wordpress, blogspot, multiplay, dan lain sebagainya. Awalnya saya begitu semangat dengan dunia blog. Tetapi terakhir saya jadi berpikir kembali dengan blog. Hal ini terjadi karena beberapa hari yang lalu saya sempat chatting sebentar dengan Budhe yang ada di Surabaya. Dia menanyakan ”Masih sering update mas?” saya jawab ”iya” kemudian dia bilang ”Saya sudah tidak pernah update lagi mas”, lho kenapa? Kaya saya. ”Saya sudah bosan Mas, karena di blog yang ada hanya pura-pura, kemudian dia menambahkan ”di blog hanya semu, itu-itu saja”. Di saat pembicaraan berlangsung saya tidak terlalu memikirkan apa yang baru saja dia katakan. Tetapi setelah dalam perjalanan menuju pulang, saya jadi kepikiran. Semu dan pura-pura, benarkah.

Kemudian saya berhitung-hitung dengan apa yang selama ini saya lakukan di blog. Apa yang saya dapatkan, teman, ilmu, itu sudah pasti, lalu apa lagi. Sebuah rasa yang selama ini saya takutkan tiba-tiba singgah di benak saya. Saya bosan dengan semua ini. Hah, lalu kedepan bagaimana dengan blog yang selama ini saya bangun. Padahal beberapa minggu yang lalu saya kepikiran untuk membelikan sebuah hosting dan domain untuk blog yang saya miliki. Padahal beberapa minggu yang lalu saya sangat ingin sekali mempunyai laptop. Sehingga dengan punya laptop saya bisa menulis di kamar atau di mana saja saat ide untuk menulis itu datang. Tapi kini kenapa gairah untuk terus ngeblog pelan-pelan mulai memudar. Akankah gairan ini hilang. Sesuatu yang sebenarnya tidak pernah saya inginkan. Lalu bagaimana solusinya, supaya hobi ngeblog saya akan terus berjalan. Apakah triks dan tips-tipsnya? Mungkin rasa ini tidak akan muncul andai saja Budhe tidak mengutarakan apa yang saat ini terjadi dengan dirinya. Buat rekan-rekan blogger di mana saja yang membaca tulisan ini. Adakah kiat-kiatnya, supaya rasa bosan itu hilang, supaya gairah saya ngeblog kembali naik. Gairan dan nafsu yang memuncak sama seperti di saat orang mempunyai isteri/suami yang baru. Mohon sumbang sarannya.

Tetap semangat, dan terus berjuang.

19 Tanggapan to “Akankah gairah itu memudar, lalu hilang?”

  1. helgeduelbek Maret 26, 2007 pada 1:30 pm #

    Saya menulis di blog sesuai dengan pengalaman, apa yang saya lakukan dan apa yang saya lihat dan dengar. Saya tanamkan saja, teori berak itu. agar libido otak tersalurkan dengan menuliskannya. Setidaknya menjadi kenangan nanti kalau sudah tua. Yah walaupun yang saya tulis itu terkait keseharian kerja dan pengalaman berkomputer ria. Sedangkan catatan pribadi saya belum punya.
    Rasanya perlu sih kita kembalikan tujuan awal ngeblog itu apa. Jadi garis bahwa blog itu penuh kepura-puraan itu tidak sepenuhnya benar menurut saya. Menurut saya begitu itu. Tapi sebenarnya apa sih yang kita dapat kalau kita nulis tentang kebohongan, rasanya tidak ada sama sekali. Malah dapat laknat dari Allah dan orang lain. Bukan begitu?

  2. antobilang Maret 26, 2007 pada 4:36 pm #

    belajar jujur melalui menulis di blog. selain itu blog juga di usahakan sebagai media sharing dengan teman2 yang lain. Jujur saja saya sangat menikmati berinteraksi dengan blog . kemarin ketika komputer saya terkena virus, saya merasakan manfaat yang sangat besar dengan berbagai saran dari teman2 sesama blogger.
    menurut saya gaya menulis mas prayogo sangat baik, jadi jangan sampai itu semua dikalahkan hanya oleh rasa malas.
    semangaaaat!!!!

    *main nyelonong* salam kenal ya

  3. ..:X W O M A N:.. Maret 26, 2007 pada 10:55 pm #

    Meski jarang posting he…, tapi apa yang pernah saya tuliskan itu adalah kejujuran, meskipun saya Xwoman hi..hi…bukan bermaksud untuk berpura2, untuk apa pura-pura? apa mungkin karena pura-pura itulah yang membuat bosan…

    karena kejujuranlah yang membuat saya senang ngeblog, kejujuran juga kemudian bisa menambah teman dan tentu saja Ilmu juga….namun yang pasti juga bisa mengobati bosan itu sendiri.

    Mas proyogo tulisannya bagus ko…saya aja yang paling ga bisa nulis pengen nulis… chayoo…😉

  4. junthit Maret 27, 2007 pada 4:03 am #

    Dahulu ngeblog karena pengen Adsense , Bosen karena kliknya cuma dikit , moga – moga kali ini saya nggak bosen lagi..

  5. cakmoki Maret 27, 2007 pada 4:39 am #

    Wajar suatu saat ada rasa bosan, pingin istirahat sejenak atau refreshing.
    Bosen nge Blog ? Hehehe, saya rasanya malah ketagihan, pingin speedy baru supaya bisa unlimited.
    Because what, jawabannya sama dengan pak Prayogo: banyak teman, tambah ilmu.
    Kalau saya suatu saat absen sebentar karena suatu hal, tentu bukab karena bosan. Kadang ada pekerjaan lain yang perlu waktu dan konsentrasi, tapi tidak akan menyurutkan minat saya ngeblog.
    Tips tidak punya, yang ada keinginan nulis dan berbagi. Uenak tenan😀

  6. kangguru Maret 27, 2007 pada 10:00 am #

    Kepura-puraan mungkin masih ada di blogsphere tapi kadarnya sudah sangat jauh berkurang di banding di dunia nyata, yang saya temukan sich justru lebih banyak yang jujur dari yang berpura-pura . Malah bikin addicted kayaknya, berbagi tanpa pamrih untuk dapat imbalan apapun itu yang sulit kita dapat di dunia nyata

  7. almanfaluthi Maret 27, 2007 pada 12:06 pm #

    iya e boz….gw kadang jg ngerasa bosan klo ngeblog….mungkin karena gak terlalu dinamis…beda kan ama fs.aklo fs kan jalan terus….

  8. venus Maret 27, 2007 pada 3:11 pm #

    mudah2an saya gak pernah bosan ngeblog. sekali bosan dan berhenti, wah…gawat. lha selama ini ya ngeblog ini lah yang selalu berfungsi sebagai terapi kalo jiwa lagi kurang sehat, hehehe…

    semangat, mas🙂

  9. peyek Maret 27, 2007 pada 10:59 pm #

    bosan? bukankah sifat dasar manusia? nggak akan ada kata poligami,perselingkuhan etc yg disebabkan sifat yg satu ini

  10. wadehel Maret 28, 2007 pada 10:40 am #

    Kepura-puraan? Hehehe, itu sih gimana orangnya, Masih banyak fungsi blog selain buat ngebohongin orang😛

    Bosan? Itu tandanya anda masih hidup, dan masih manusia. Konon cuma manusia yang bisa bosan lho🙂

  11. wadehel Maret 28, 2007 pada 10:41 am #

    Gairah ngeblog kalo udah ilang ya ga usah dipaksa pak, kita bisa hidup tanpa blog kok. Blog bukan segalanya lho.

  12. micokelana Maret 28, 2007 pada 1:13 pm #

    Cari pacar yog atau cari isteri untuk ngilangin jenuhnya😀

  13. kikie Maret 28, 2007 pada 1:49 pm #

    ya, kalau sedang tidak mood jangan dipaksakan. mood ngeblog juga ada pasang surutnya … kadang aku sendiri pun merasa jenuh dan tidak tahu apa yang kira-kira pas untuk ditulis di blog.

  14. manusiasuper Maret 28, 2007 pada 3:59 pm #

    *huaahemmm..*

  15. escoret Maret 29, 2007 pada 10:33 am #

    blog..????
    blog itu di bikin aja semacam rumah..tempat naroh tempat masak,naroh tempat tidur..bahkan “saya”,blog naroh tempat mencari sesuap nasi..!!!!
    ide itu mengubur dalam2 tentang hiatus untuk berhenti ngeblog..!!!!
    itu kalo saya..???
    lha,saya ga tau beground sampeyan..???
    Intinya,bikin blog layaknya rumah pribadi,yg hrs di tata..di sirami..di sapu dll…hehhehe
    tapi,moga2 ga hiatus…

    *hiatus = males ngeblog.

  16. Evy Maret 30, 2007 pada 5:40 am #

    menulis dari hati pak… jadi ga usah perduli apapun back to basic aja… klo mau ayuuk engga ya udah gpp… 🙂, ayo pak ditunggu crita sehari2nya

  17. doeytea Maret 30, 2007 pada 7:30 am #

    Wah, saya termasuk yang telat nih. Baru kenal frienster dan blog akhir-akhir ini.

  18. dalamhati Maret 30, 2007 pada 8:35 pm #

    bosan ya? wah wah! jalani aja mas, sebenarnya siapa sih yang maksain untuk ngeblog? gak ada kan, jadi saya sendiri akan tetap ngeblog selama saya masih suka, banyak juga sih yang saya dapat, but jika saya sudah bosan saya juga akan brenti ngeblog, buat apa maksain sesuatu yamg membosankan. tapi terus terang ngeblog tuh asyik banget, saya akan tetap ngeblog selama saya masih mendapatkan apa yang saya butuhkan yaitu keasyikan tersebut.

  19. hollowgirl April 5, 2007 pada 2:32 pm #

    saya juga sempet hiatus. tapi sekarang semangat lagi secara saya sadar kalo saya punya masalah trus gag curhat dengan nulis2 di blog malah bikin stress, jadi blog buat saya seperti obat stress

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: