Transportasi di Jakarta, duh susahnya

2 Apr

Mungkin ini hanya dialami oleh orang-orang yang memang tidak punya kendaraan sendiri. Yang sehari-hari kemanapun dia mau pergi entah jauh atau deket, selalu naik yang namanya angkutan kota (entah itu metromini, mikrolet, bus, dll). Tulisan ini saya buat berdasarkan pengalaman saya pribadi, yang setiap berpergian harus menggunakan transportasi umum. Tapi mungkin pengalaman ini tidak di rasakan oleh semua orang. Karena semua orang cara pandang terhadap sesuatu pasti berbeda-beda.

Banyak sekali suka dan duka yang namanya naik angkutan kota, apalagi angkot yang ada di Jakarta ini. Mungkin kalau dilihat sepertinya lebih banyak dukanya dibandingkan suka, atau bahkan semuanya duka (susah). Duka sebenarnya dialami dari pertama menunggu bus, sudah menunggunya lama, kemudian dapet mobil, berdiri (karena penuh) macet pula. Belum lagi kalau supirnya ugal-ugalan, lengkap sudah penderitaan. Terkadang merasa tidak enak kalau pada saat naik bus, yang penuh sesak dengan penumpang kita dapet duduk, sementara ada ibu-ibu (kondisi hamil, atau sudah tua) berdiri. Ada dua pikiran yang berkecamuk, pertama memberikan kursi yang kita berikan kepada ibu itu, namun kita juga butuh duduk karena kecape’an atau pura-pura tidak melihatnya (lebih ampuh pura-pura tidur). Tetapi cara yang kedua ini saya rasa bukan cara gentelment apalagi sebagai anak muda yang mempunyai jiwa sosial (halah, sosial). Tidak jarang akhirnya saya harus memilih nomer satu, memberikan tempat duduk untuk ibu-ibu tersebut. Namun kalau yang berdiri itu cewek, mau manis mau biasa-biasa saja, terkadang saya merasa masa bodoh. Toh dia tidak kenal saya, toh juga mungkin ketemu sekali ini saja, untuk yang kayak ginian saya mah ambil jalan ”masa bodoh” saya juga butuh duduk, setelah seharian capek karena kerjaan di kantor.

Namun terkadang ada hiburannya saat naik bus, yakni adanya pengamen yang memang sebenarnya mereka bukan asal ngamen. Karena memang suaranya bagus, gitarnya juga klop. Kalau ketemu yang asal ngamen, duh…sebelnya minta ampun, pusing dengernya. Boro-boro mau kasih recehan, dengernya saja sudah muak. Maaf bukannya jiwa sosial saya tidak ada.

Yang beda lagi kalau kita naik mikrolet, misal mikrolet 26 jursan Kampung Melayu-Bekasi atau 19 jurusan Celilitan-Kranji, yang setiap hari dua mikrolet ini saya naiki kalau mau berangkat dan pulang dari kuliah. Nah untuk dua mikrolet ini memang armadanya banyak, namun mereka terkadang lebih banyak ngeteam (menunggu penumpang). Ini mereka lakukan biasanya pada saat masih kosong dari penumpang. Nah untuk hal ini saya merasa sebel sekali, kenapa, karena kalau kita naik mikrolet kita tidak akan bisa mengejar waktu, apalagi kalau pas ujian. Abang angkot ini akan dengan enaknya berhenti sambil merokok di perempatan, lampu merah, untuk sekedar nunggu penumpang yang belum jelas ada.

Jadi kalau mau mengejar waktu misal pada saat ujian atau ketemuan sama pacar, lebih baik berangkat jauh-jauh dari jam yang telah ditentukan. Kalau tidak, bisa-bisa ketinggalan ujian atau bahkan ribut dengan pacar. Nah bukankah kedua-duanya tidak akan ada yang mau mengalami. Jadi memang kalau mau selalu tepat waktu dan tidak mau buru-buru ya solusinya adalah membeli kendaraan sendiri, entah motor atau bahkan mobil. Mudah-mudahan dalam waktu dekat keinginan saya ini akan terrealisasi, AMIN.

17 Tanggapan to “Transportasi di Jakarta, duh susahnya”

  1. kangguru April 2, 2007 pada 3:29 pm #

    horeeeee pertamax
    komennnya nanti

  2. kangguru April 2, 2007 pada 3:33 pm #

    sama mas saya fans angkot tiap hari bolak-balik pake angkot, abis ngak punya kebeli kendaraan pribadi sich, ech punya ding kendaraan atas ranjang hehehehhehe

  3. Arief Fajar Nursyamsu April 2, 2007 pada 3:33 pm #

    “Mudah-mudahan dalam waktu dekat keinginan saya ini akan terrealisasi, AMIN.”

    Amin. Semoga nanti juga bisa mengangkut rekan-rekan lain yang mengalami kesusahan transportasi.😀

  4. doeytea April 2, 2007 pada 3:47 pm #

    Di Jakarta memang serba susah. Jalan kaki aja susah, apalagi pake sepeda motor atau mobil. Tapi saya doakan semoga keinginannya cepat terkabul.

  5. Junkerz side B April 2, 2007 pada 7:33 pm #

    hmm..sapa bilang punya kendaraan sendiri itu enak?
    mesti dihitung dengan seksama…antara nge-angkot dan kendaraan sendiri.dan mesti diitung pula kerugiannya…terutama kalo kemacetan masih jadi hambatan utama..sehingga perjalanan (masih) tetap lama.

    btw, kalo mau ngredit motor, bisa baca di sini..hihihi…
    *nyepam duluw…*

  6. junthit April 2, 2007 pada 8:15 pm #

    ikut klub sepeda onthel saja , sepertinya alternatif bagus tu , tp resikonya sampai tujuan pasti keringetan ..

  7. ..:X W O M A N:.. April 3, 2007 pada 10:29 am #

    Namun kalau yang berdiri itu cewek, mau manis mau biasa-biasa saja, terkadang saya merasa masa bodoh

    ibu-ibu sama cewek itu beda yah??? itu kan karena mas Pra udah punya pacar, kalo belum beda lagi toh ceritanya, hehehe….
    baca aja ikut menderita, apalagi kalau ngalamin… belom lagi kalau kita lagi sial kecopetan… huh… moga-moga cepet kebeli kendaraannya, biar tidak menderita lagi😀

  8. peyek April 3, 2007 pada 10:49 pm #

    sebegitu susahnya hidup di jakarta, mending jadi orang ndeso, hidup tentram, adem ayem.

  9. alle April 4, 2007 pada 6:59 am #

    balik ke dusun bae bang,.. aman, nyaman dan tentram
    hihihi…

  10. Kang Kombor April 4, 2007 pada 2:36 pm #

    Amin.

  11. venus April 4, 2007 pada 3:28 pm #

    saya doakan bisa cepet beli mobil atau motor, mas. amiin🙂

  12. de April 5, 2007 pada 8:15 am #

    Paling enak tinggal di desa. punya tipi kabel, koneksi inet lancar. punya mobil. dan punya halaman luaaaaaassss (mimpi)

  13. micokelana April 7, 2007 pada 5:38 pm #

    gut lak yog

  14. jokotaroeb April 17, 2007 pada 10:31 am #

    jakarta ya??? kota yang semerawutX

  15. deedhoet April 25, 2007 pada 9:07 pm #

    Semoga pemerintah segera sadar bahwa sarana transportasi umum perlu ditingkatkan bukannya malah ditabrak-tabrakkan. Semoga monorail segera selesai.

    Jakarta, tirulah jepang! Tingkatkan kualitas transportasi umum & murahkan harganya. Setelah itu naikkan harga kendaraan pribadi secara drastis, baik harga pembelian maupun pajaknya. Semakin kuno kendaraannya, semakin mahal pajaknya! Bukannya seperti sekarang, makin lama malah makin murah.

    Bayangkan kalau semua penduduk jakarta punya kendaraan pribadi? @_@ Waaaa, tambah polusi & macetlah kau jakarta!.Mana bisa luas jalan diperlebar terus? Mau perlebar jalan terus? Bersiaplah menghadapi banjir yang lebih besar karena daerah resapan air semakin berkurang.

    Jakarta, semoga engkau tidak menjadi kota tempat tinggalku. Semoga pekerjaan tidak akan membawaku ke sana.Semoga semua yang tertulis di sini bisa menjadi kenyataan. Semoga. Amin.

  16. zulasni September 13, 2007 pada 4:09 pm #

    Resiko hidup di Jakarta mas, bergulat dengan waktu di jalanan.. Solusi yang paling cepat ya kredit Sepeda Motor paling DPnya 500 rebu dah bawa pulang tuh motoh..bruuuummmm

Trackbacks/Pingbacks

  1. Nebeng.com « deedhoet - April 27, 2007

    […] 27 04 2007 Abis baca postingnya mas prayogo yang lagi bingung soal transportasi di jakarta, nemu nih alternatif bagus: Nebeng. Klik sini deh. Hemat, nyaman, mengurangi kemacetan, […]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: