Tetap Semangat, dan Terus Berjuang

24 Apr

Gadis manis, cantik dan berambut panjang itu bernama Kholifah, lengkapnya Siti Kholifah. Satu tahun yang lalu ia berangkat dari daerah menuju kota untuk merubah nasib. Sebenarnya dia tidak ingin pergi dari rumah, namun apa daya, di kampung dia, sepertinya tidak bisa memberikan harapan. Dengan bermodalkan ijasah sekolah menengah atas, maka berangkatlah ia ke ibu kota. Berbagai perusahaan sudah dia datangi dan dicoba pula memasukan lamaran kerja, namun lacur tak satupun perusahaan yang memanggil dia untuk bekerja. Untung dia punya teman dari satu daerah, berkat bantuan temannya tersebut. Maka di terimalah Kholifah di sebuah pabrik. Kemudian kehidupan mulai berjalan.

Pagi jam lima, setelah sholat subuh Kholifah sudah berangkat kerja. Tempat kerjanya di daerah industri Cakung, sebuah pabrik garment. Dengan penghasilan rata-rata satu bulan satu juta rupiah. Dengan penghasilan yang ia dapatkan tersebut, Kholifah harus pintar-pintar mengaturnya. Setiap bulan, dia harus mengeluarkan uang 300 ribu untuk biaya sewa tempat tinggal. Kemudian dia juga harus mengeluarkan 300 ribu untuk biaya transportasi. Karena jarak dari tempat tinggal ke tempat kerja lumayan jauh. Dari satu juta uang yang ia terima masih tersisa 400 ribu, uang 400 ribu tersebut ia gunakan untuk makan dan sisanya ia tabung. Kholifah bisa menabung dalam satu bulan, bisa 200 atau 100 ribu. Atau bahkan dia tidak bisa menabung sama sekali. Karena dia juga harus mengirimkan uang untuk orang tuanya yang ada di kampung. Sementara biaya untuk jaga-jaga kalau sakit tidak ia miliki. Peraktis kehidupan Kholifah sungguh sangat pas-pasan.

Gambaran tentang kehidupan gadis bernama Kholifah di atas hanya sedikit gambaran dari banyaknya buruh-buruh pabrik yang ada di Jakarta, Tangerang dan sekitarnya. Begitu banyak buruh pabrik yang hidupnya hanya bertahan dengan keadaan yang sungguh apa adanya. Mereka berangkat pagi hari, dan pulang petang hari. Bahkan kadang hari libur mereka tetap kerja. Tapi sayang, penghasilan yang mereka dapatkan tidak seberapa. Namun kehidupan harus terus berjalan, yang pada akhirnya memaksa kita (mereka) mau tidak mau harus tetap menjalaninya. Hidup yang jauh sekali dari kata mewah, jangankan kata mewah, kata cukup saja sebenarnya sudah sangat susah untuk di katakan.

Di jaman yang memang serba susah seperti saat ini. Kata Tetap semangat, dan terus berjuang mungkin memang yang harus selalu di tanamkan dan di patri di dalam kehidupan kita. Itulah sebabnya di setiap akhir postingan yang saya buat, saya selalu menuliskan kata tersebut. Sebenarnya kata tersebut keluar spontan saja. Namun, walaupun spontan buat saya pribadi kata-kata tersebut mempunyai makna yang sangat berarti. Tetap semangat, walaupun dengan keadaan seperti contoh di atas, namun Kholifah terus menjalani. Dan terus berjuang, untuk suatu perubahan yang lebih baik. Karena kalau kita putus asa, maka kita akan terlindas dan tertinggal. Sementara, sekali lagi saya katakan, kehidupan harus terus berjalan.

Sedangkan, di sudut yang lain, orang di daerah (kampung) selalu memandang bahwa hidup di kota itu enak dan banyak uang. Padahal kalau mau jujur, apa yang di rasakan oleh Kholifah sungguh sangat tidak enak. Dan mungkin, apa yang di rasakan Kholifah, juga di rasakan oleh banyak orang yang ada di Jakarta ini, termasuk saya. Orang desa melihat kita hanya setahun sekali, itu pada saat lebaran. Dan biasanya karena pulang setahun sekali, maka yang tadinya tidak ada akan di ada-adakan. Beli pakaian yang baru, menabung yang banyak untuk beli oleh-oleh, dan lain-lain. Tapi sayang mereka tidak tahu persis kehidupan sehari-hari kita. Terkadang sehari hanya makan dua kali, beli baju baru sebulan sekali, serta keperihatinan-keperihatinan yang lainnya. Dalam hal ini, mungkin pepetah jawa yang mengatakan ”nawang si nawang” akan sangat tepat di gunakan. Nawang si nawang kurang lebih pengertiannya adalah: orang lain memandang kita dari kejauhan dengan kondisi yang baik atau enak, padahal tidak demikian. Mungkin akan beda kalau seandainya Kholifah tinggal di daerah, dengan gaji 1 juta saya rasa sangat besar. Satu juta di daerah, dengan satu juta di kampung sangat berbeda. Walapun jumlah uangnya sama. Akan tetapi kalau di belanjakan, maka akan sangat terasa bedanya.

Akhirnya, semoga perubahan-perubahan di negeri ini akan datang segera. Perekonomian akan membaik, pengangguran akan berkurang, mencari kerja mudah, dan lain sebagainya. Dan mudah-mudahan nasip Kholifah dan rekan-rekan kerjanya akan cepat berubah dan dapat hidup dengan layak. Jangan sampai Kholifah-Kholifah yang lain akan terus merasakan susahnya tinggal dan hidup di kota besar seperti Jakarta ini.

Selamat hari Kartini.

Tetap semangat, dan terus berjuang.

12 Tanggapan to “Tetap Semangat, dan Terus Berjuang”

  1. kangguru April 24, 2007 pada 11:02 pm #

    ketika pertanian tersingkirakan maka industri jadi fatamorgana, tetap semangat, maka bertebaranlah kamu diatas muka bumi, rizki dari Allah s.w.t menanti,

  2. junthit April 25, 2007 pada 3:01 am #

    amien..amien..

  3. deedhoet April 25, 2007 pada 6:15 pm #

    Kalau melihat jakarta saya kadang sedih & iri. Semoga pembangunan bisa lebih merata dan kesenjangan bisa lebih disempitkan. Amin

  4. venus April 26, 2007 pada 12:18 pm #

    maap mau sedikit ngoreksi, mas. yang betul bukan ‘nawang si nawang’, tapi ‘sawang sinawang’, hehehe…

    TERIMA KASIH SEKALI ATAS KOREKSIANNYA. SAYA JADI MALU, MAKLUM SAYA BUKAN ORANG JAWA ASLI.

  5. ndarualqaz April 26, 2007 pada 5:25 pm #

    keep fighting, keep fighting.

    terus berjuang walaupun untuk hal sekecil apapun adalah sebuah kepuasaan tersendiri

  6. Kang Kombor April 26, 2007 pada 11:38 pm #

    Dalam waktu 2,5 tahun? Nggak mungkin lah yawwwww…..

  7. DE April 27, 2007 pada 6:29 am #

    Arep ngoreksi nawang sinawang kok wes keduluan he..he..

    Terima kasih atas koreksiannya. Maaf, karena saya bukan orang jawa asli. Saya Pujakusuma, Putra Jawa Kelahiran Sumatera. Oleh sebab itu bahasa jawa saya agak payah.

  8. Deni Triwardana April 27, 2007 pada 10:01 pm #

    Jangan Tetap Mas… Tapi Tingkatkan terus Semangat dan Perjuangan, Kalau tetap kesannya tidak ada peningkatan gitu…

  9. afin April 30, 2007 pada 12:50 pm #

    semoga setiap kerja keras dan niat baik dibalas oleh Nya, hingga kholifah enggak sengsara seumur hidupnya

  10. Pacaran Islami Mei 3, 2007 pada 11:45 am #

    Pendaftaran Top-Posts Maret-April 2007 telah dibuka.
    Silakan daftarkan postingan Anda di http://muhshodiq.wordpress.com/2007/05/02/pendaftaran-top-posts-maret-april-2007/

  11. cakmoki Mei 11, 2007 pada 4:55 am #

    Di daerah kami ada ribuan Kholifah bekerja di perusahaan kayu lapis.
    Sekarang gajinya malah turun karena kurang bahan baku (katanya).
    Moga perjuangan mereka membawa berkah bagi keluarganya.

  12. ris Mei 25, 2007 pada 11:01 am #

    Yah, teruslah berjuang karena perjuangan itu tak pernah selesai…
    perjuangan akan cepat selesai jika nyawa kita diambil ha ha ha….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: