Kalau Bisa Mudah, Kenapa Harus Dipersulit

2 Jul

Pegawai Negeri Sipil (PNS) memang digaji untuk memberikan pelayanan kepada publik. Tetapi kenyataannya di lapangan berbicara lain. Sering kali kita jumpai pelayanan yang seharusnya mereka sediakan tidak bisa kita dapatkan. Berdasarkan pengalaman yang saya alamai bukan sekali dua kali, saya mendapatkan pelayanan yang kurang memuaskan soal kinerja dari PNS. Bukankah mereka di gaji dari uang yang dikeluarkan oleh rakyat dan seharusnya mereka bekerja untuk ’kepentingan’ rakyat.

Beberapa hari yang lalu saya mengalami betapa buruknya kerja dari PNS yang ada di kalangan kantor pos. Memang daerah yang saya tempati bukan daerah yang rame atau strategis. Akan tetapi, kenapa hal tersebut bisa terjadi. Ceritanya begini, suatu hari saya mau mengirimkan surat ke kantor pos. Sebenarnya kurang tepat kalau di sebut kantor pos, karena tempatnya bukan berbentuk gedung/kantor. Dia hanya berupa mobil kantor pos. Dan perlu di ketahui, walaupun dia bentuknya mobil, tetapi dia tidak keliling. Dia ’mangkal’ di halaman sebuah kantor kelurahan di daerah Jakarta Timur. Pelayanan jam kerja yang saya ketahui dimulai pukul 9 pagi sampai ½ 3 sore. Tetapi hari itu betapa keselnya saya, karena menjumpai hal yang tidak lajim. Ternyata jam 1 siang mobil pos tersebut sudah tidak ada di tempat di mana biasa mobil tersebut ’mangkal’. Saya pikir, ah mungkin mereka (petugas pos) masih istirahat atau pulang makan.

Setelah agak lama menunggu, kemudian saya tanya ke petugas kelurahan yang sedang duduk istirahat.”Pak mobil posnya mana?” dijawab oleh dia ”Sudah pulang mas”. Kemudian saya lanjut bertanya, ”maksudnya pulang istirahat pak?” Jawabnya ”oh tidak, pulang ya pulang tidak ke sini lagi”. Lebih lanjut dia berkata, bahwa para petugas pos tersebut pulang dikarenakan hari ini tidak ada orang yang datang untuk mengeposkan atau melakukan kegiatan ke kantor pos. Hah, saya kaget dengan jawaban dari petugas kelurahan tersebut. Bukankah mereka (petugas pos) memang kerjanya menunggu penduduk atau orang yang ada di sekitar daerah tersebut untuk menggunakan jasa pos. Namun bukan berarti jika tidak ada kegiatan/tidak ada orang datang, sementara jarum jam masih menunjukkan jam kerja mereka dengan seenaknya sendiri pulang. Bukankah mereka harus selalu standby di tempat, sesuai dengan jam kerja, terlepas ada dan atau tidak ada orang yang datang. Aneh.

Kejadian yang lain, yang masih menyangkut kinerja dari pelayan publik. Suatu hari saya mau memperpanjang KTP. Seharusnya, yang saya ketahui proses untuk memperpanjang KTP memakan waktu kurang lebih satu minggu. Akan tetapi ini sudah ada dua bulan dan tidak selesai-selesai, dengan alasan petugas di bagian tersebut sedang pulang kampung. Pertanyaan yang kemudian muncul adalah, ok kalau memang dia pulang kampung, kenapa tidak ada yang mengantikan pekerjaannya sementara waktu sampai dia bisa kembali bertugas. Kalau begini caranya akan banyak sekali proses-proses yang berkaitan dengan pelayanan publik akan terhambat atau terhenti.

Sekali lagi, aneh. Bukankah mereka bekerja itu untuk rakyat, memberikan pelayanan kepada publik dengan bagus. Karena (yang saya tahu) mereka di gaji dari uang yang di keluarkan oleh rakyat. Bicara masalah kinerja para pegawai negeri sipil di tanah air memang masih jauh dari kata memuaskan. Mereka selalu berdalih, ”bagaimana mau kerja bagus kalau gaji yang saya terima kecil, ndak cukup untuk ini, untuk itu”. Nah kalau memang tau gaji PNS itu kecil, lalu kenapa masih mau jadi PNS. Bukankah masih banyak kerjaan yang ’mungkin’ bisa mendatangkan uang yang cukup untuk bisa hidup. Saya mohon maaf kalau tulisan ini telah menyinggung pihak-pihak yang terkait, terutama para PNS. Tetapi niat saya menceritakan pengalaman ini hanyalah supaya kinerja PNS semakin hari semakin baik, bukan sebaliknya. Kalau memang demikian kenyataannya, sampai kapan bangsa ini bisa maju, kalau para pelayan publik atau para birokrasinya selalu begitu. Kalau memang bisa mudah, kenapa sih di persulit. Tetapi mungkin slogan para pelayan publik tersebut malah sebaliknya ”kalau bisa dipersulit, kenapa harus dipermudah”.

Maaf jika ada yang tersinggung.

Selalu semangat dan terus berjuang.

10 Tanggapan to “Kalau Bisa Mudah, Kenapa Harus Dipersulit”

  1. doeytea Juli 4, 2007 pada 12:47 pm #

    Saya sebagai PNS tidak tersinggung kok. Memang begitu keadaannya sih. Cuma saya koreksi sedikit, pegawai kantor pos itu bukan PNS. Mereka pegawai PT Pos Indonesia. Memang PT Pos Indonesia adalah salah satu BUMN, tetapi pegawainya bukan termasuk PNS. Mereka digaji oleh perusahaan, sedangkan PNS digaji dari APBN/D.

  2. axireaxi Juli 5, 2007 pada 11:00 am #

    hehehe, itu nampaknya sdh jadi rumus sakti ya..

    btw, kalo ttg saintis & koruptor, saya jg punya sedikit coretan
    mampir ajaah..

    salam,
    adi.n

  3. venus Juli 9, 2007 pada 7:40 pm #

    kantor pos…

    ugh, banak pengalaman gak enak. surat yang berminggu2 baru nyampe, pernah juga sama sekali ga nyampe rumah (padahal itu surat ditunggu2 banget secara isinya foto2 temen lama yg sekarang ikut suaminya, tinggal di switzerland). pernah juga saya terima kiriman barang dari bali. tau gak, mas, itu kardus dirusak pake cutter! padaal isinya cuma bedcover. bener2 malu2in servisnya ya?

  4. hudi Juli 11, 2007 pada 4:23 am #

    yoga, pakabar? temen2 ridep lagi sibuk apa neh? skrg aku ngeblog di wp juga. kapan2 samperin ya… salam

  5. rivafauziah Juli 12, 2007 pada 2:23 am #

    Kalau Bisa Mudah, Kenapa Harus Dipersulit :
    Mereka biasanya juga punya semboyan, “Kalau Di Persulit Dapat DUIT”
    ….Kalau dipermudah Biaya Jadi Murah….

    Malah sering kita dengar “Jeruk Minum Jeruk” Sesama sejawatpun kalau perlu di bisniskan… Repot kan..?

  6. rivafauziah Juli 12, 2007 pada 2:26 am #

    Mohon Ijin >> Linknya

  7. Qeong Ungu Juli 13, 2007 pada 11:37 am #

    ^_^ padahal sudah banyak orang yg ngomel ya..tapi memang mayoritas bangsa ini emang sukanya yg ga pake kerja keras sih ^_^. sampai sekarangpun sy tidak pernah tertarik (juga saudara2 saya) utk ikut test cpns, disebabkan kekhawatiran rasa semangat kerja keras ini menurun hingga menghilang jikalau nantinya terjun ke dunia kerja yg lingkungannya tidak menuntut untuk kreatif. Pada dasarnya pns kan juga merasa sebagai rakyat, dan merasa perlu juga dibela dan disejahterakan. Hanya saja ‘tuman’ dari bangsa ini adalah minta disejahterakan, bukan mensejahterakan diri secara mandiri ^_^

  8. kangguru Juli 17, 2007 pada 11:06 am #

    Aha pns emang begitu pak heheh, jangan jadi pns dech

  9. Ono Karsono Agustus 23, 2007 pada 11:49 pm #

    Padahal, banyak sekali keberkahan bila kita memberi kemudahan kepada saudara kita. Itulah mungkin sebabnya, kenapa hidup di negeri semakin sulit, karena memang banyak urusan yang seharusnya mudah malah dipersulit.

  10. Syarif Winata November 4, 2007 pada 2:55 pm #

    Yaa. mau gimana lagi pak, jika yang di bahas adalah kesejahteraan atau gaji .. jawaban saya jangan jadi PNS kerjaan lain banyak kok. bandingkan pak, Karyawan Profesional yang namanya “salah” atau “lalai” resikonya PHK, nah kalo jadi PNS hohoh surat teguran ibarat surat cinta.. dibaca dan ditertawakan.. diberhentikan hoho makan waktu yang lama…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: