Jalur Cepat Ke Yang Maha Kuasa

17 Sep

Tak terasa, hari ini adalah hari ke lima kita menjalankan kewajiban kita, yakni berpuasa Ramadhan. Dan tidak terasa pula, postingan yang saya tulis ini adalah postingan setahun saya menggunakan blog. Karena dulu awal-awal saya bermain dengan blog, saya juga sudah pernah menuliskan sebuah postingan yang berjudul Puasa di Masa Kecil. Itu artinya kurang lebih sudah satu tahun saya nge-blog. Kalau di postingan saya tahun dulu bercerita tentang puasa di waktu kecil. Namun saat ini saya akan mencoba menuliskan hubungan puasa dengan internet (jalur koneksi). Memang ada hubungannya? Lalu apa hubungannya puasa dengan jalur koneksi internet.

Internet yang sudah kita kenal dan sering kita gunakan bermacam-macam tipenya. Ada yang berkecepatan 256 kbps, (jalur boradboand/pita lebar), ada yang 128 kbps, ASDL (Asymmetric Digital Subscriber Line), yang menggunakan saluran/kabel telepon, dan lain-lain. Kalau mau membandingkan kecepatan diantara keduanya, pasti akan lebih cepat yang menggunakan pita lebar dibandingkan jalur telepon. Karena memang pita lebar/broadband di setting untuk koneksi internet berkecepatan tinggi.

Broadband
Kalau boradband yang kita kenal di dunia IT adalah jalur koneksi internet yang menggunakan pita lebar. Itu artinya setiap kita akan menggunakan layanan internet pasti dengan cepat kita dapat membuka halaman demi halaman web yang ada. Dan biasanya walaupun banyak user yang menggunakannya, tetap saja koneksi yang kita pakai cepat. Memang akan berbeda jika dalam satu gedung ada 100 unit komputer yang menggunakan internet (jam kerja/sibuk). Koneksi yang kita terima memang agak sedikit lambat. Berbeda jika di saat hanya sedikit user yang menggunakan internet (biasanya ini terjadi di malam hari), maka kita akan dapat dengan mudah sekali membuka halaman-halaman situs dengan cepat.

Kalau kita mau kaitkan dengan ibadah kita kepada Yang Maha Kuasa. Maka kita bisa saja menganalogikan ibadah dengan koneksi internet. Siapakah yang mempunyai jalur broadband? Kalau saya boleh mengatakan, mereka adalah para kiayi, para ulama, dan orang-orang yang ahli dalam ibadah. Di samping mereka mempunyai jalur yang cepat, mereka juga tahu akan waktu di mana bisa berhubungan dengan Yang Maha Kuasa. Malam hari, di saat semua orang sudah terlena dengan lelapnya tidur, orang-orang yang punya jalur broadband mempergunakan waktunya untuk berhubungan dengan Yang Maha Kuasa. Sudah otomatis pesan (doa) yang di minta akan cepat sampai Kepada-NYA.

Sungguh beruntung orang-orang yang mempunyai jalur broadband, dan tahu cara menggunakannya.

ADSL (Asymmetric Digital Subscriber Line)
Jalur ini menggunakan saluran telepon, dan biasanya koneksi yang satu ini tidak terlalu cepat. Apalagi kita menggunakannya pada saat jam-jam sibuk (siang hari). Sekali lagi, kalau saya analogikan orang yang punya saluran ini adalah orang-orang yang biasa-biasa saja dalam hal ibadahnya. Kadang solat, kadang tidak, kadang bersedekah, dan kadang tidak. Cenderung orang yang berada di tipe ini adalah orang-orang yang masih mementingkan kehidupan dunia di bandingkan kehidupan akheratnya. Dan sayangnya orang yang berada di golongan ini sangat banyak.

Lalu mana yang lebih baik?
Mungkin secara gampang kita akan memvonis bahwa orang-orang yang mempunyai jalur pita lebar (broadband) yang dikatakan lebih baik di bandingkan yang ADSL. Namun ada satu kunci untuk menyiasati agar kita dapat mempergunakan dua jalur tersebut dengan maksimal. Memang untuk jalur ADSL dan jalur Broadband, kalau digunakan di siang hari, waktu di mana semua orang menggunakannya, maka koneksi akan lambat (walaupun broadband akan lebih cepat/lebih baik). Oleh sebab itu ada waktu yang tepat dan cepat, yakni malam hari. Malam haripun di bagi menjadi dua, yakni waktu utama dan waktu paling utama.

Menurut hadist Rasulullah saw: Perintah Allah turun ke langit dunia di waktu tinggal sepertiga yang akhir dari waktu malam, lalu berseru: adakah orang-orang yang memohon (berdoa), pasti akan Kukabulkan, adakah orang yang meminta, pasti akan Kuberi dan adakah yang mengharap/memohon ampunan, pasti akan Kuampuni baginya. Sampai tiba waktu subuh.

Nah, mumpung saat ini kita semua sedang berada di bulan yang baik, bulan yang penuh pengampunan tidak ada salahnya kalau kita menghabiskan malam-malam Ramadhan ini untuk banyak-banyak solat malam (tahajud) thadarus, berdoa dan berzikir. Dengan hati yang iklas, niat yang tulus, semoga Tuhan Yang Maha Kuasa mengampuni segala salah dan khilaf yang pernah kita perbuat, baik yang disengaja ataupun tidak. Dan semoga kita semua kelak di beri ganjaran atas segala ibadah dan perbuatan baik yang telah kita lakukan, mendapatkan Surga-NYA. Amin.

Selalu semangat, dan terus berjuang.

5 Tanggapan to “Jalur Cepat Ke Yang Maha Kuasa”

  1. de September 19, 2007 pada 11:10 am #

    selamat menunaikan iabadah puasa mas..

  2. venus September 20, 2007 pada 9:14 pm #

    met puasa. lama juga gak mampir sini, saya😀

  3. xwoman September 21, 2007 pada 11:33 am #

    ADSL kali ya mas Yog…😀

    terima kasih atas pencerahannya, kami kembali diingatkan akan fadhilah sepertiga malam🙂

  4. petroek™ Oktober 2, 2007 pada 3:21 pm #

    Selamat menunaikan ibadah puasa mas..
    MARHABAN YAA RAMADHAN..

  5. sabdalangit Mei 12, 2009 pada 7:33 pm #

    Kebenaran sejati ibarat cermin yg pecah berantakan, dan agama, ajaran, budaya, tradisi, ilmu pengetahuan masing-masing ibarat satu di antara pecahan itu.
    Banyak sekali jalan menuju tuhan. Agama, ajaran, tradisi, budaya, ilmu pengetahuan ibarat jalan setapak menuju tuhan. Dan ada salah satu “jalan tol” ultrahigh speed, yakni ajaran para leluhur nenek moyang bangsa nusantara dahulu.

    Sabdalangit’s web

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: