Awas, Ada “Gerandong” di Belitang

24 Sep

Kenalkah anda dengan yang namanya Gerandong. Buat orang yang suka sinetron kolosal pasti tahu siapa si Gerandong. Dalam sinetron televisi, Gerandong adalah anak dari Nini Pelet yang seram dan jahat. Namun untuk masyarakat Belitang dan sekitarnya ”Gerandong” adalah sebutan untuk penjahat. Tidak di ketahui kapan pastinya dan siapa yang pertama kali yang membuatkan julukan tersebut. Yang jelas julukan tersebut keluar seiring dengan maraknya kejahatan (di daerah Belitang) dan tenarnya sinetron Nini Pelet (Misteri Gunung Merapi). Kejahatan Gerandong telah menebarkan teror yang meresahkan warga di kampung. Gerombolan Gerandong di kenal lihai dalam beraksi, sekaligus lihai dalam melarikan diri. Oleh sebab itu sampai sekarang masih banyak Gerandong-Gerandong yang bebas berkeliaran dan melakukan kejahatan. 

 

Saat suasana menjelang petang, jalan-jalan kampung di tengah hamparan sawah mulai sunyi. Memasuki malam, suasana semakin mencekam. Sesekali ada orang lewat, tapi kemudian kembali sepi. Itulah kurang lebih suasana yang ada di Kawasan Belitang, Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur, Sumatera Selatan akhir-akhir ini. Biasanya, tempat yang agak ramai adalah tempat-tempat yang banyak orang berkumpul, seperti pasar, pusat hiburan dan lain-lain. Oleh sebab itu, tidaklah mengherankan banyak perkampungan penduduk jika menjelang malam, layaknya tanpa penghuni/kampung mati. Mereka lebih suka mengurung diri di dalam rumah. Mereka berpikir lebih baik di dalam rumah daripada keluar, karena itu dapat memancing Gerandong melakukan aksinya.  

 

Aksi yang dilakukan oleh Gerandong adalah menggasak sepeda motor. Aksi ini dilakukan tidak hanya di malam hari, bahkan siang hari pun mereka bisa beraksi. Masalah tempat, bisa di mana saja, jangankan di tempat sepi, di tempat keramaianpun mereka berani melakukan aksinya. Selain motor, mereka juga menggasak barang-barang berharga, atau mencuri binatang peliharaan di rumah penduduk. Jika korban melawan, kawanan penjahat yang bersenjata tajam dan membawa senjata api rakitan itu tidak segan bertindak kasar, bahkan membunuh. Banyak warga yang telah menjadi korban keganasan para begal itu. Untuk menjaga keselamatan, warga melakukan pengamanan di lingkungan masing-masing dengan meronda secara berkelompok setiap malam. Barang berharga dijaga dengan ekstra hati-hati, tetapi banyak juga warga yang takut membeli barang mewah karena khawatir menjadi incaran Gerandong. Bahkan, sebagian warga enggan memelihara ternak, baik itu kambing, sapi ataupun kerbau.

 

Teror Gerandong sempat memicu eksodus puluhan petani Belitang ke daerah lain yang dinilai lebih aman. Sekitar akhir tahun 1990, para petani yang keamanannya terancam di Belitang menjual tanah untuk membeli tanah di tempat lain, seperti di Kecamatan Lempuing, Kabupaten Ogan Komering Ilir. Sejauh yang saya tahu, perampokan yang ada di Belitang semakin hari semakin marak, bahkan terjadi hampir setiap hari. Jika tidak menemukan sasaran di jalanan, Gerandong akan menyambangi rumah penduduk dan menggasak barang berharga. Dalam menjalankan aksinya, Gerandong juga tidak pandang bulu, siapa yang kira-kira bisa di ’sikat’ akan mereka ’sikat’. Bahkan tukang ojekpun, tidak luput dari kejahatan si Gerandong.

Namun sejak bulan Oktober 2004 (menurut cerita warga kampung), masyarakat sedikit bernapas lega karena Kepolisian Daerah (Polda) Sumatera Selatan (Sumsel) mengerahkan puluhan petugas dari satuan Brigade Mobil (Brimob) untuk berpatroli setiap hari. Hasilnya lumayan. Aksi perampokan berkurang meski warga masih ketakutan untuk keluar malam hari.

 

Kenapa ini terjadi?

Kecemburuan antara petani asal Jawa di Belitang dengan penduduk setempat. Karena memang petani dari Jawa terkenal tekun dalam bekerja dan tidak salah kalau pada akhirnya mereka mencapai kemakmuran di atas rata-rata penduduk setempat. Kondisi ini yang menjadi salah satu pememicu konflik horizontal, seperti perkelahian masal antar para transmigran dan penduduk asli. Tetapi kita tidak bisa memvonis dengan serta merta, bahwa Gerandong berasal dari orang-orang suku asli. Karena ada juga Gerandong berasal dari suku pendatang (Jawa, dll). Sependek yang saya ketahui, pelaku Gerandong merupakan lintas suku. Memang agak serba salah hidup di Belitang, punya motor susah, tidak punya motor apalagi. Kenapa di bilang punya motor susah, karena jika kita punya motor maka bisa saja kita jadi incaran si Gerandong. Punya motor bagus?, jangan harap bisa bebas atau leluasa pergi kemana saja, karena bisa saja jadi incaran si Gerandong.

 

Saya pikir untuk bisa meminimalisir ulah si Gerandong, harus dilakukan pendekatan keamanan yang tegas. Kriminalitas di daerah Belitang perlu diantisipasi dengan mendorong para petani asal Jawa untuk membaur dengan penduduk lokal. Pembangunan perlu diratakan di kawasan penduduk asli. Dan tetua adat setempat diajak berdialog guna memberdayakan penduduk lokal. Kalau ini di jalankan, maka, mungkin ulah dari si Gerandong akan berkurang. Sehingga warga yang ingin membeli sepeda motor, memelihara ternak akan bebas melakukannya. Tentunya para petani bersusah payah bekerja untuk memenuhi kebutuhan dan kesenangannya. Untuk apa punya duit atau harta kalau tidak bisa di nikmati secara utuh.

 

Ah….semoga saja serial kejahatan si Gerandong tersebut akan cepat selesai penayangannya. Tidak dilanjutkan dengan episode yang baru atau bahkan pembuatan Gerandong jilid dua. Sehingga kemakmuran dan kedamaian benar-benar menjadi milik warga masyarakat Belitang dan sekitarnya. Semoga.  

 

Selalu semangat, dan terus berjuang.

28 Tanggapan to “Awas, Ada “Gerandong” di Belitang”

  1. afin September 25, 2007 pada 1:10 pm #

    wah…susah nih, payah juga kalo punya sepeda trus diincer orang
    lah …kapan senengnya dong?
    ck atau kita yang ganti gerandong aja

  2. de September 25, 2007 pada 7:53 pm #

    wah kalo ngomong soal kecemburuan urusannya bisa panjang. btw yg pingin makmur bukan cuma warga belitang lho mas😀

  3. sugeng Oktober 3, 2007 pada 10:14 am #

    Wahhhhhhh ternyata Mas Yoga mengulas juga apa topik yang saya minta.
    Memang serba salah hidup di Belitang, kaya aja susah apalagi miskin. Biasanya grandong beroperasi sesudah Maghrib dan sebelum Isya. Itu yang saya belum tahu alasannya kenapa. Kata orang2 di kampungku kalau mau bepergian jangan abis Maghrib tapi habis Isya sekalian. Katanya sih grandong kalau ngrampok abis Isya banyak apesnya. Bahkan di Desa Tugu Harum ada orang yang menyebut sebagai Kepala Grandong. Jadi kalau mau aman orang-orang harus menyetor uang keamanan kepada dia supaya motor mereka aman. Tapi yang saya heran mengapa polisi kok tidak menangkap dia, padahal kan dia sudah menyebut dirinya sebagai Kepala Grandong. Jadi di Belitang ada 2 penjahat yang berbahaya yaitu Grandong dan Garong.
    Kalau Grandong beroperasinya di jalanan, sedangkan Garong beroperasinya di rumah-rumah yang dipandang sebagai orang kaya.
    Kebetulan belum lama ini saudara saya ada yang digarong di Ds. Lubuk Harjo, tapi karena teriak minta tolong maka Garongnya dikeroyok ramai-ramai hingga ada yang mati dua.

    Buat Mas Yoga sering-sering mengulas tentang Belitang.

    Wassalam

  4. Siti Oktober 27, 2007 pada 1:29 pm #

    Wah kalo Belitang tidak aman, kami yang di kota kalao mau ke mudik ke Belitang harus hati2. Apalagi kalo mereka tahu kita dari Jakarta, bawa mobil sewaan, pasti dianggap kaya, bisa digarong. Ada tips bagaimana mengelabuhi supaya tidak di garong?
    Daerah mana saja yang rawan gerandong dan Garong. Keluarga saya ada di Srikaton, BK II.

  5. prayogo Oktober 30, 2007 pada 9:44 am #

    Tips khusus sebenarnya tidak ada, hanya saja usahakan kalau mau mudik ke belitang pilih perjalanan siang hari, jangan sekali-kali jalan di malam hari, karena resikonya lebih berat.

    Soal tempat, saya tidak bisa pastikan di mana saja, karena sependek yang saya ketahui para penjahan tersebut tidak mengenal tempat.

    Namun saya belum pernah dengar ada perampok yang meminta mobil, paling2 mereka hanya minta uang rokok, dll.

    Semoga bisa membantu.

  6. hery BK X November 8, 2007 pada 11:48 am #

    serahkan semua pada Bupati kita (bapak DERU) sebagai putra Pesirah dan putra daerah Belitang pasti tahu tentang keadaan belitang

    dijamin 95% aman

    putra daerah yg merantau sdh 27 th tapi masih sering mudik

  7. centil November 18, 2007 pada 5:24 pm #

    wah klau grandong idak aneh…tapi kalau peredaran narkoba didpn mata aparat tdk ditangkap baru aneh.tp ada cerita lucu waktu saya mdk ke puncak.mtr tetangga saya di grandong di bk 1 tp bs ditebus oleh aparat setempat.berarti tersangkanya tau, kok ora diciduk!!!! kepriben son

  8. wong Pematang Desember 8, 2007 pada 5:55 pm #

    masalah grandong OKU Timur umumnya,belitang khususnya memang oke, adapun yang baru,peredaran narkoba dibelitang juga udah mulai oke, tolong aparat mempunyai peran yang maksimal untuk memberi pengayoman kepada masyarakat, bukan pengayom gerandong dan pengedar.
    kira-kira kayak ngono bok!!!!!!!!! son?

  9. B3JHOK Desember 9, 2007 pada 10:19 pm #

    Sarah punya pengalaman hampir di 5 daratan negara afrika,5 negara dataran asia.saya asli orang BK IX , tapi tidak separah dibelitang,lebaran kemaren saya mudik, pas hari kedua, pegawai kakak saya kena tembak di kepala sampai tembus. tepatnya di jalan tuan ulung,, saya lihat lambat sekali respon kerja polisi belitang,yang pasti didepan saya ada kejadian polisi mabuk-mabukan, alias minum alkohol,bertepatan dengan acara musibah keluarga, kalau selama H,Herman Deru tidak mengubah sikapnya terhadap kampung halamannya,saya punya firasat, belitang akan tempat,POLISI GRANDONG,BRIMOB GRANDONG,DPR GRANDONG,saya hanya perihatin,coba buat tim independen yang membuat stategi belitang menjadi kota yang maju,bukan sekedar kota terpadu mandiri,anda sebagai bupati jangan menjadi orang lain,jadilah diri anda sendiri.

  10. B3JHOK Bandung Desember 9, 2007 pada 10:34 pm #

    Sir Majesty, H.Herman deru,
    Alloh is the create all the creature
    We are know life in here very sort time,and we are know life in here after very long time,never ending, forever,unlimited, if you make effort, for the mankind/human being Beltang , I hope all of you, specially H,Deru, may Alloh forgives your sins.and Alloh gives you easy make amal sholeh, “ANDA HARUS JAGA SHOLAT TEPAT WAKTU”, If not, like fish comeout in the water.succes for you.

  11. kang_sugie Juni 4, 2008 pada 9:29 am #

    Wah sekarang, udah lumayan aman. Namun tetap waspada.
    Hallo mas Sugeng. (apakah ini mas Sugeng Riyanto dari BK IX yang di UNPAD itu? )

  12. prayogo Juni 4, 2008 pada 2:36 pm #

    Alhamdulillah kalau sudah aman. Karena kalau tidak begitu, negeri banget tinggal di Belitang. Mas Sugeng, yang Pak Sugie maksud mungkin salah. Karena Mas Sugeng yang kasih komentar di atas itu adalah Mas Sugeng yang tinggal di Jatiwaringin, Pondok Gede. Tetapi mungkin saya yang salah…..

  13. pina Juli 17, 2008 pada 3:55 pm #

    Uu….. tAtuK. JadI meRInDinG nI

    DaRi pAdA Di teRoR lEbiH bAiK meNyaMaR jaDI nINi PeLet

    bIaR diSangkA enYaK X …. hI Hi

    deNDAm nYi peLEt……..

  14. sapayona Januari 4, 2009 pada 11:33 pm #

    Apa iya belitang seperti itu?
    rasanya kok nggak ya aku yakin anda hanya mendengar dari omongan2 orang Pulang dong lihat yang sebenarnya ok?
    main-main juga kesini
    http://mulangtiuh.blogspot.com/

  15. benizh rendi febia Januari 7, 2009 pada 7:53 pm #

    singgah pai…

  16. suraharjo Januari 12, 2009 pada 6:04 pm #

    halo mas yoga lam kenal aku wong BK 17 ulakbuntar

  17. Sudaryanto Mei 19, 2009 pada 12:35 pm #

    Salam kenal semua….
    Nama : Sudaryanto
    Desa : Margomulyo BK 17 Rg 11

    Ceritanya seru tapi memang terbukti lo mas….
    Sorry aku telat commen ya……

    Ingat dengan 7 Grandong yang di DOR di Lempuing OKI (kalau tidak salah bulan oktober 2008)????? seminggu sebelum puasa.

    3 dari 7 perampok itu adalah temen SD, SMP, kemuadian tahun 1996 aku ke jakarta untuk lanjutin sekolah. Kalau pulang kampung saya sering sekali main sama mereka.
    Yonathan / junet rumahnya tak jauh dari rumahku mungkin hanya 500 m. Tak menyangka pada saat lihat berita di TV itu adalah temanku. Padahal kesehariannya beliau adalah anak yang dianggap baik, ramah tapi dengan perubahan zaman dan pergaulan dilingkungan menjadikan seseorang yang baik berubah menjadi sangat ganas.
    Hati2 dan waspada siang maupun malam, karena kejahatan selalu ada di dekat kita. Cegah sebelum bertindak.Dengan apa ??? dari diri kita sendiri.

    Untuk temen2 semua, pak prayoga ingin menyampaikan apa yang menjadi TREND di kota tercinta ini. Jadi saya salut buat pak yoga yang terus ingin memperkenalkan BELITANG.

    Salam,

    Sudaryanto
    Jakarta

  18. agustoni Maret 9, 2010 pada 10:38 pm #

    ya mudah mudahan belitang skarng aman , n tolong aparat hukum trz membrantas para grandong2 yg da di belitang , soalnya yg klas kroco2 jg makin marak n tolong jalan di belitang di pikirkan ya hehehe……..

  19. dicky belitang April 28, 2010 pada 8:38 am #

    ai kalo di tugu harum aman terus dari 9 thn ke belakang…
    olehnyo di pegang samo sayuni al onex……
    terima kasih pak atas jasamu…….
    kami dak melupokan jasamu yg buat tugu harum menjadi desa terbaik se provinsi sumsel

  20. T.prambudi Juni 3, 2010 pada 1:35 am #

    saya juga putra belitang yang di perantauan. kadang kalau mengingat masa kecil pengen sekali pulang kampung.tapi kalau mengingat rusuhnya jadi malas pulang kampung.

  21. Yudi bk0 September 10, 2010 pada 6:04 pm #

    Menurut saya belitang sekarang aman, ramai, dan lebih maju.
    Mungkin hanya di daerah 2 tertentu. Seperti ds way halom sekarang lebih aman dari pada tahun tahun sebelumnya.
    Emang sih , kadang masih ada kejadian kejahatan di belitang.
    Di kawasan belitang sekarang hanya infrastruktur jalanya saja yang perlu di PERHATIKAN!!!

  22. herry sullung September 22, 2010 pada 11:59 am #

    salam kenal..
    Sekarang belitang sdah aman ko..
    Kalo di tempat saya di tuanulung..
    Jalan dri kota belitangnya ke desa sya itu udah di jaga aparat kemanan kampung karena kalo menuju desa sya itu jalannya kiri kanan kebun karet dan sawit, jadi kalo ngak da yg jaga pasti rawan lg..
    Memang belitang skrg dah maju
    tranportasi dari belitang ke jakarta skrg dah bnyak..
    Tidak seperti dulu lg.

  23. mulina November 28, 2011 pada 12:59 pm #

    menurut aku siiih,,gerandong itu adalah MITOS!!!! sebagian orang mengira kalau GERANDONG adalah lelembut dan menakutkan….
    mungkin gak yahh kalau gerandong ituu bisa menghisap darah manusia???? terutama buat anak-anak cewe’ yang sering penakuuuuttt…….. hehehe 😉

  24. erlangga denny Oktober 15, 2013 pada 3:23 am #

    sekarang makin parah tindak penodongn d oku timur,terutama d lintas komering,tak ad lagi ”GRANDONG” yg pke senjata tajam,,tapi mengunakan senjata api rakitan bahkn otomatis,,
    Tapi tak ada tindakan berarti dari kepolisian,,,
    Serba salah,,punya motor salah gak punya apa lagi,

  25. A. I Wayan Suyadnya April 1, 2015 pada 10:43 pm #

    saya juga pernah dikejar kawanan gerandong saat pergi ke Belitang lima tahun lalu. Apa sekarang sudah lebih aman? Semoga saja begitu….

  26. oon Mei 27, 2015 pada 5:19 pm #

    Sekarang grandong makin merajalela, makin tidak aman saja.
    Kok ga pernah tuntas ya ???

Trackbacks/Pingbacks

  1. Rusaknya Jalan Belitang « PRAYOGO – ngudi tentreming ati - Juli 14, 2009

    […] Dia bilang, Belitang sekarang ngeri, lantas saya tanya, apanya yang ngeri, apakah masih banyak gerandong atau apa. Dia bilang, jalan di Belitang sekarang ngeri lebih tepatnya mengerikan. Ya, soal jalan. […]

  2. Belitangku Nan Subur | PRAYOGO - November 14, 2013

    […] sudah tidak terlalu mengerikan seperti saat-saat dulu. Seperti yang pernah saya tulis di blog ini, Awas Ada Grandong di Belitang. Apakah penduduk Belitang sudah tidak ada lagi yang makan nasi tiwul, nasi oyek, di saat paceklik […]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: