Seharusnya Kita Semua Sejahtera

8 Mei

Kesejahteraan pasti menjadi dambaan oleh setiap orang. Tidak peduli itu yang berkulit hitam, putih, yang berambut lurus atau kriting. Semuanya pasti mendambakan kesejahteraan. Namun sayang, tidak semua orang bisa mendapatkannya. Padahal kalau kita mau sedikit jeli kepada apa yang ada di sekitar kita, seharusnya kesejahteraan itu bisa atau mudah di dapatkan. Apalagi sekarang sudah mau dekat dengan pemilu. Lho, lantas apa hubungannya kesejahteraan dengan pemilu. Menurut saya ada kaitan antara kesejahteraan dengan pemilu.

Kita semua masih ingat bahwa partai politik yang ikut pemilu tahun 2004 dan bahkan nanti pemilu tahun 2009 itu banyak sekali. Di situ ada partai yang memang sudah lama ada, seperti partai Golkar, PDIP, PPP, dan PKS. Partai yang saya sebutkan terakhir adalah partai yang semakin lama semakin banyak dukungannya. Partai ini (PKS) bisa menjadikan ancaman bagi partai-partai yang lama tersebut. Karena dari beberapa kasus pilkada, PKS banyak memenangkan persaingan diantara partai-partai lama dan besar tersebut. Lihat saja di Banten, Bandung/Jawa Barat dan terakhir di Sumatera Utara.

Dari sekian banyak partai tersebut pasti mereka punya visi dan misi. Diantara visi dan misi partai-partai tersebut pasti ada kata-kata mensejahterakan rakyat. Bahkan di UUD 1945 kita pun kata-kata tersebut juga ada. Tetapi apa yang kita dapatkan. Rasanya semua itu tidak lebih dari kata-kata saja. Coba bayangkan, betapa susahnya hidup di jaman sekarang ini (walaupun tidak semuanya merasakan susah). Semuanya serba mahal, terkadang sudah mahal, langka lagi. Dari mulai minyak tanah, gas, dan lain-lain. Terakhir yang saya ketahui bahwa pemerintah juga akan tetap menaikkan BBM. Ah semakin susah saja hidup ini.

Kembali ke partai. Semua partai politik di saat kampanye pasti akan selalu bilang, sejahterakan rakyat, buka lapangan kerja, perbanyak lowongan kerja dan janji-janji yang lain. Tetapi apa, setelah pemilu usai, usai juga janji-janji mereka itu. Yang tadinya tukang becak, masih juga jadi tukang becak. Yang tadinya pengangguran, masih juga jadi pengangguran. Memang ada yang berubah nasipnya, tetapi itu berapa persen saja. Tidak sesuai dengan apa yang mereka janjikan. Soal buruh, saya perhatikan dari tahun ke tahun isu yang mereka lontarkan tetap saja sama. Soal penghapusan kerja kontrak, outsourcing, dan lain-lain. Pendapat saya, kerja kontrak, outsourcing, yang menjadi tuntutan teman-teman buruh itu, tetap tidak akan bisa hilang atau dihapuskan. Karena banyak teman-teman buruh kita, juga kerja dalam status outsourcing, jadi kalau itu dihapuskan, mereka akan kerja melalui jalan mana. Karena kita tahu sendiri, saat ini cari kerja begitu susahnya.

Oleh sebab itu, sampai dengan saat ini saya adalah orang yang tidak mau memilih. Saya tergolong golput. Saya sadar bahwa ini salah, tetapi saya pikir lebih baik saya tidak memilih daripada yang di pilih seperti itu. Partai politik memang hanya bisa bikin janji, karena kalau mereka bisa tepati apa janji mereka, pasti pengangguran, orang miskin akan semakin jarang atau bahkan tidak ada di negeri ini. Asumsinya satu partai mensejahterakan 10 juta orang, tinggal kalikan saja berapa partai yang ada di negeri ini. Bukankan kalau mereka menempati janjinya, pasti semua akan sejahtera. Namun sayang, orang-orang partai politik sepertinya suka sekali dengan lagu dangdut, yang petikan sairnya kurang lebih….kau yang berjanji, kau yang mengingkari…, maka kalau sudah begitu, jangan salahkan mereka.

Tetap semangat, dan terus berjuang.

3 Tanggapan to “Seharusnya Kita Semua Sejahtera”

  1. kangguru Mei 17, 2008 pada 10:32 am #

    lho kata bu gur waktu sd kita kan negara kaya raya apa bu guru boong???

  2. Ersis Warmansyah Abbas Mei 25, 2008 pada 12:16 am #

    Ya ya, memilih atau tidak, tidak ada hubungannya dengan sejahtera he he. Partai Keadlian ‘Sejahtera’ saja belum tentu sejahtera. Sejahtera terletak pada usaha kita dan bagaimana kita memaknai sejahtera. Jangan pernah memimpi mendapatkan dar pemerintah … jangan pernah.

  3. micokelana Mei 28, 2008 pada 2:29 pm #

    Ngomong-ngomong sejahtera, partai yang katanya sejahtera itu udah gak simpati lagi gw yog liatnya.. ha..ha… Kata partai tersebut lebih baik pilih yang jelek daripada yang jelek sekali.

    Jadi jelas donk gak ada yang bagus….??? POLITIK kita salah kaprah, mentang-mentang REFORMASI semua orang maunya berkata itu HAM, kita bebas ngapa-ngapain… Tapi klo gak da REFORMASI bisa gak kita caci maki di blog kayak gini tanpa di culik yak…???

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: