Nahda Arzita

21 Nov

Pada tanggal 9 November 2008, Minggu pagi, kurang lebih pukul 02.30, di Pekalongan-Jawa Tengah, lahir dengan selamat anak pertama kami. Dengan berat badan 3,1 Kg, dan panjang 49 cm, dengan jenis kelamin perempuan. Setelah berbulan-bulan masa tegang itu, akhirnya hari yang kami nanti telah tiba. Memang banyak orang yang was-was saat isterinya hamil (termasuk saya). Hal ini terjadi karena takut nanti ada apa-apa dengan si jabang bayi. Tetapi alhamdulillah, rasa takut yang hampir sembilan bulan saya rasakan tidak terjadi. Anak saya lahir dengan sehat wal afiat. Begitu juga dengan ibunya.

Tetapi sayang, ada satu keinginan yang tidak dapat saya penuhi, yakni pada saat persalinan, saya tidak dapat mendampingi isteri saya. Padahal ingin sekali saya berada di sisihnya. Karena jarak yang memang sangat jauh. Kebetulan lebaran kemarin saya dan isteri pulang ke rumahnya, di Pekalongan. Dan karena usia kandungan sudah besar (7 bulanan), akhirnya isteri memutuskan untuk tinggal di kampung, sampai tiba saatnya melahirkan.

smile_zita
arzita_mengkurep

Jenis Kelamin

Di awal-awal usia kandungan baru 1 bulan, memang saya sangat menginginkan anak saya lahir dengan jenis kelamin laki-laki. Keinginan saya ini tak lain karena saya ingin nanti dia jago bermain bola. Terus terang saya sangat suka sekali dengan sepak bola, walaupun untuk bermainnya saya sudah tidak kuat lagi, karena faktor usia, dll. Tetapi kalau soal urusan nonton bola, ini memang hobi saya saat nonton televisi. Saya hanya mau nonton tv kalau ada bola dan berita, atau acara-acara lain yang sifatnya mendidik. Kembali ke jenis kelamin. Namun belakangan setelah usia kandungan memasuki 7 bulan, keinginan itu berubah. Saya tidak lagi bermohon di setiap akhir solat saya untuk meminta anak laki-laki. Tetapi setelah itu saya cenderung bermohon, apapun jenis kelaminnya yang terpenting adalah sehat wal afiat. Dan ternyata Yang Maha Kuasa menitipkan saya seorang anak perempuan. Terima kasih Tuhan, Engkau Telah mendengar doa saya selama ini.

Zita, begitu kami memanggil

Lama sekali saya mencari nama yang pas untuk calon akan saya, hampir 7 bulan saya mencarinya. Saya memang tidak membeli buku, yang saya lakukan hanya browsing-browsing di internet. Dan selama 7 bulan masa pencarian nama, saya hanya berkutat di jenis kelamin laki-laki saya. Karena memang yang ada di benak saya hanya anak laki-laki. Praktis hanya kurang lebih 1 bulan, saya akhirnya mencari nama untuk perempuan. Setelah sekian lama (berhari-hari) browsing, saya temukan juga nama tersebut. Nahda Arzita. Dan artinya kurang lebih, perempuan yang hidup dalam kemuliaan. Yah, itu memang keinginan dan harapan kami berdua selaku orang tuanya. Kami berkeinginan anak kami nanti menjadi perempuan hidup selalu dalam kemuliaan atau mulyo (bahasa jawa). Semoga. Namun yang lebih penting dari itu semua adalah, kami harus bisa menjaga amanah ini. Buat kami, amanah ini tidak gampang, karena kami harus mempersiapkan mental, moral, pendidikan, dan lain-lain. Semoga kami bisa menjalankan amanah ini dengan baik. Semoga kelak anak kami menjadi anak yang berguna untuk keluarga, lingkungan, serta yang lebih luas, untuk nusa dan bangsa. Arzita, selamat datang buah hatiku, selamat datang di dunia fana ini.

12 Tanggapan to “Nahda Arzita”

  1. M. Qomaruddin Mu'id November 21, 2008 pada 9:03 pm #

    Assalamu’alaikum wr. wb.

    Atas kelahiran sang buah hati, semoga Allah menjadikannya barakah atas mas Proyogo sekeluarga dan atas ummat Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam.

    Wassalam….

  2. micokelana November 22, 2008 pada 9:45 am #

    Selamat atas kelahiran putrinya yog, semoga menjadi putri yang sholeha, kebanggan mama n papanya. Siapkan investasi mulai dari sekarang untuk sang putri yog. Selamat… lengkap sudah kehidupan kita nih yog.. btw mirip sapa tuh..???

  3. prayogo November 23, 2008 pada 12:41 am #

    Buat Pak M. Qomaruddin, trimakash ats doanya. Dan jg buat Mico, thanks ya fren. Klo mirip, so pasti mirip ayah dan ibunya dong. Tapi mudah2han warna kulitnya tdk mirip ayahnya. He he he

  4. Sugeng November 29, 2008 pada 7:36 pm #

    Assalamu’alaikum

    Selamat Mas ya, sudah dikasih momongan…………….
    Kebahagiaan yang tidak dapat dilukiskan dengan kata-kata.
    Semoga Rara menjadi anak yang sholehah, berbakti kepada kedua orang tua, berguna bagi agama, nusa, bangsa dan negara.

    Amin ya Robbal ‘Alamin.

  5. En Hikmah Januari 22, 2009 pada 10:24 am #

    Selamat ya pak…senang mendengar kabar gembira

  6. Kepingan Hati Februari 28, 2009 pada 7:02 pm #

    Duuh…, lucux..
    Jadi kepingeen neeh…
    Selamat yach…

  7. Obat Gonore Ampuh Agustus 27, 2013 pada 4:14 pm #

    Lucu bgt itu gemesiinnšŸ˜€

  8. obat kutil kelamin herbal Oktober 20, 2013 pada 9:04 pm #

    nice post

  9. Obat Sipilis Alami Januari 11, 2014 pada 1:46 am #

    This is very interesting and nice to read, I like the interesting article … good luck salam sukses

  10. Obat Sipilis tradisional Januari 11, 2014 pada 12:30 pm #

    This is very interesting and nice to read, I like the interesting article … good luck salam sukses..Mampir Ya Gan

  11. Kutil Kelamin Mei 27, 2016 pada 4:59 am #

    Alhamdulillah sob

Trackbacks/Pingbacks

  1. Nasionalisme Cara Gue ! « PRAYOGO – Anak Belitang di Rantau - Desember 15, 2009

    […] besar (atau bahkan semuanya) adalah produk luar negeri. Bebek-bebekan yang pernah saya beli untuk Nahda Arzita (anak saya) itu Made in China. Bola-bola kecil, Made in China. Lalu bagaimana cara menunjukkan […]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: