Archive | Kehidupanku RSS feed for this section

Keluarga Kecilku

6 Okt

Mawar & Melati

5R-e

 

 

 

 

 

10R-a

 

 

 

 

 

10R-b

 

 

 

 

 

5R

Nahda Arzita

21 Nov

Pada tanggal 9 November 2008, Minggu pagi, kurang lebih pukul 02.30, di Pekalongan-Jawa Tengah, lahir dengan selamat anak pertama kami. Dengan berat badan 3,1 Kg, dan panjang 49 cm, dengan jenis kelamin perempuan. Setelah berbulan-bulan masa tegang itu, akhirnya hari yang kami nanti telah tiba. Memang banyak orang yang was-was saat isterinya hamil (termasuk saya). Hal ini terjadi karena takut nanti ada apa-apa dengan si jabang bayi. Tetapi alhamdulillah, rasa takut yang hampir sembilan bulan saya rasakan tidak terjadi. Anak saya lahir dengan sehat wal afiat. Begitu juga dengan ibunya.

diteruskan membaca

Belitangku Nan Subur

2 Jun

Lama juga tidak melihat Belitang, kampung kelahiranku. Rasa rindu selalu saja mengelayutiku. Walaupun baru dua tahun saya tidak pulang kampung, tetapi rasanya sudah berpuluh-puluh tahun. Saya hanya mendegar cerita tentang Belitang dari orang-orang kampung yang datang ke sini. Dari merekalah saya banyak mendapatkan informasi bahwa Belitang sekarang sudah jauh maju di bandingkan beberapa tahun yang lalu. Salah satunya karena kepemimpinan bupati yang baru, Bapak H. Herman Deru, SH, MM. Mereka bilang, “kamu akan kaget kalau pulang ke Belitang, apalagi melihat Gumawang (Ibu Kota Belitang) yang semakin maju.

Diteruskan membacanya

Ngudi Tentreming Ati

17 Mar

Hembusan angin yang sejuk, suasana yang tentram dan damai. Pasti menjadi dambaan setiap orang yang hidup di kota-kota besar. Apalagi hidup di suasana dan hiruk pikuknya Ibu Kota Jakarta, pasti suasana seperti itu sangat di dambakan. Tidaklah mengherankan kalau datang libur panjang, warga kota yang mempunyai uang cukup, pasti melakukan perjalanan luar kota atau rekreasi. Tujuannya hanya satu mencari suasan baru dan ketenteraman hati. Bicara tentang ketenteraman hati, dan seperti tagline dari blog ini, ngudi tentreming ati (mencari ketentraman hati). Memanglah sangat layak untuk dicari. Untuk apa punya mobil lebih dari satu, rumah mewah di mana-mana akan tetapi kalau hatinya tidak tentram pasti tidaklah nyaman. Cobalah tanya kepada orang kaya, yang hatinya selalu diselumuti gundah, selalu resah, apakah hidupnya tenang? Pasti jawabannya Tidak. Namun jangan coba pertanyaan itu dilemparkan kepada saya. Karena saya belum merasakan itu (kaya), he he he. Baca lebih lanjut

Akhirnya, Nulis Kembali

25 Feb

Ah!, akhirnya kesampaian juga untuk menulis kembali. Setelah sekian lama, hampir tiga bulan tidak pernah menulis kembali, namun hari ini terlaksana juga. Bukan karena apa, terus terang keinginan untuk menulis selalu ada, setiap kali ada peristiwa ingin sekali menulis dan di posting di blog. Tetapi entah mengapa keinginan tersebut hanya sebatas keinginan saja. Memang, sepertinya ada sesuatu yang agak kurang, kalau melihat sesuatu yang saya anggap beda, tidak di tuliskan. Oleh sebab itu, mulai sekarang Insa Allah saya akan kembali menulis kembali. Baca lebih lanjut

Dalam Sebuah Perjalanan

26 Nov

Akhir bulan Oktober kemarin saya melakukan perjalanan ke Batang, Pekalongan Jawa Tengah. Berangkat dari terminal Pulogadung kurang lebih pukul 09.00 WIB. Saat itu memang masih dalam suasana lebaran, namun tarif yang berlaku tarif normal. Kalau pada saat lebaran tarif Jakarta-Pekalongan AC sebesar Rp. 90.000,-, tapi kemarin pada saat saya berangkat hanya Rp. 45.000,-. Harga yang masih bisa terjangkau oleh penumpang yang berkantong tipis seperti saya. Tidak seperti tarif bis ke Belitang Oku Timur, tanah kelahiranku. Pada saat hari biasa saja sudah mencapai Rp. 90.000,- apalagi pada saat lebaran, bisa naik 100%-nya atau bahkan lebih. Baca lebih lanjut

Sisi Lain Tugas Ke Anyer, Banten

31 Mei

Entah ini kali yang ke berapa saya tugas keluar kota. Tapi bukan keluar kota untuk tugas yang berat. Karena menurut saya ini hanya tugas yang ringan saja. Yang saya lakukan di sana hanyalah menjadi panitia dalam rangka consultative meeting pengambilalihan bisnis TNI oleh pemerintah. Sebuah acara konsultasi, yang idealnya acara ini di hadiri oleh bapak-bapak dari Komisi I yang membidangi masalah pertahanan. Namun sayang, mereka tidak bisa hadir, karena jadwal yang padat. Acara yang berlangsung dari tanggal 28-30 Mei tersebut di hadiri oleh aktivis NGO/LSM yang konsen ke soal-soal militer dan juga beberapa peserta dari Mabes TNI dan Dephan. Saya tidak akan cerita lebih lanjut soal substansi acara yang membahas bisnis TNI tersebut. Karena itu memang bukan bidang saya. Apalagi soal bisnis TNI sudah masuk ke ranah politik. Namun lain kali saya akan mencoba untuk membuat tulisan tersendiri mengenai bisnis yang dilakukan oleh TNI. Dari Jakarta, dibutuhkan waktu