Arsip | Desember, 2006

Selamat datang perubahan

29 Des

Bassavana, adalah salah seorang pemikir besar India, suatu ketika menyatakan, “Apa yang berdiri tegak pasti akan jatuh, tapi yang bergerak akan tetap hidup”. Kata-kata bijak ini menyampaikan pesan yang sangat jelas bahwa apa yang diam itu bertentangan dengan hukum alam. Karena tidak ada satupun yang ada di dunia ini yang selamanya akan begitu (baca diam), semuanya pasti akan mengalami perubahan. Pagi menjadi siang, siang menjadi malam. Kecil menjadi besar, besar kemudian akan kembali lagi menjadi kecil (mati), begitu seterusnya. Akan selalu ada rotasi, tidak ada yang sifatnya statis dan tidak ada yang sifatnya pasti, yang pasti hanyalah perubahan itu, begitu tutur sang bijak. Lanjutin baca Selamat Datang Perubahan

Iklan

Berbagi printer di LAN

29 Des

Menggunakan koneksi LAN (Local Area Network) memang ada nilai positif dan negatifnya. Nilai positif yang kita dapatkan dengan adanya LAN adalah antara lain; kita bisa berbagai perangkat keras, berbagi file, dan lain-lain. Dan nilai negatif contohnya kalau satu komputer yang ada di LAN tersebut terkena virus, maka akan cepat menyebar. Namun demikian menurut saya lebih banyak nilai positif di bandingkan nilai negatifnya. Berbagi perangkat keras sangat efektif digunakan untuk penghematan biaya operasional kantor. Contohnya LAN, bisa digunakan untuk sharing printer. Berbagi printernya di lanjutin

Bukan Blog “Esek-esek”

22 Des

Memang setiap hari saya selalu login ke account WP yang saya punya. Selain untuk melakukan proses editing/update, posting, saya juga selalu melihat di fitur Blog Stats. Karena di fiture ini saya bisa tahu artikel apa saja yang hari ini atau kemarin di baca oleh pengunjung dari blog saya. Namun saya sangsi, apakah dengan di -views misal sebanyak 10 kali, itu artinya tulisan saya di baca sebanyak itu juga. Atau jangan-jangan itu hanya di klik sebanyak 10 kali, tetapi hanya separuh dari itu yang benar-benar membacanya. Atau jangan-jangan tidak ada satupun yang membacanya, hanya meng-klik saja (kacian deh gw). Lantas, yang benar dan asli dari pengertian views gimana sih?

Terlepas hanya sekedar di klik saja, atau benar-benar di klik dan kemudian di baca sampai habis, berikut salah satu contoh Top Post di blog saya yang saya cek suatu hari.

Terusin baca esek-eseknya

Chating di Inbox Gmail

20 Des

Entah saya yang baru tau, atau memamg memang program ini memang masih baru. Saya memang sudah lama punya account di gmail, sejak gmail mengeluarkan free email saya langsung bikin, dan akhirnya gmail menjadi email di barisan pertama dalam daftar email saya (karena saya punya lebih dari 5 email, baik di yahoo, hotmail atau yang lain). Suatu hari saya login ke account Gmail saya, lalu iseng untuk lihat-lihat fiture apa aja yang ada di gmail. Sebenarnya banyak dari fiture yang ada di gmail, tetapi saya jarang sekali membuka/meng-explorenya.

Di fiture sebelah kiri bawah (posisi login), ada tulisan Quick Contacts dan di situ terdapat list email orang-orang yang pernah masuk atau saya kirimi email melalui gmail. Kemudian keisengan saya keluar (saya selalu kebiasaan, kalau melihat sesuatu yang aneh di internet, terutama di blog yang saya kunjungi, kalau ada tampilan yang aneh, pasti akan saya cari-cari gimana cara pasangnya, kok dia bisa ya). Nah dari ke isengan saya itu banyak sekali yang saya dapatkan. Dulu saya waktu pertama kenal blog, saya menggunakan blogger, dan terus terang untuk pasang jam, kalender, shutbox, dan lain-lain, itu saya temukan sebagian besar dari keisengan saya. Kadang saya punya prinsip ”kalau dia bisa, kenapa saya tidak”. Lanjutin baca yuk

Nonton bola : hobi saya

19 Des

Kegilaan saya pada bola sebenarnya sudah sejak lama. Sudah sejak saya masih duduk di bangku sekolah menengah atas. Saat itu saya melihat pertandingan worldcup 1998, namun untuk liga-liganya saya belum pernah menonton. Karena di kampung, apalagi di rumah belum punya televisi sendiri. Jadi kalau nonton terpaksa ngungsi dan nginep di rumah teman.

Kegilaan saya terhadap bola berlanjut sampai dengan sekarang. Walau saat ini saya jauh dari tanah kelahiran, merantau ke Jakarta. Tetapi saya hanya suka melihat bola untuk Liga Inggris, Liga Spanyol, dan untuk lainnya saya tidak terlalu suka. Dan mohon maaf untuk Liga Indonesia tidak masuk dalam daftar liga yang saya sukai. Sebenarnya saya suka dengan liga di tanah air, akan tetapi sepertinya dari hari kehari kalau saya perhatikan tidak ada kemajuan yang berarti dalam persepakbolaan di tanah air. Di SEA Games aja Indonesia harus terpuruk dan kalah banyak dengan negara-negara yang sebenarnya mempunyai sejarah bola yang tidak terlalu bagus. Oleh sebab itu, mohon maaf kalau saya tidak suka dengan liga di tanah air.

Monggo di lanjutin

Bangsa ini, bangsa pelupa [?]

8 Des

4 (empat) hari sudah berlalu sejak di berlakukannya instruksi Pemerintah Nomor 43 Tahun 1993 dan Undang-undang Lalu Lintas Nomor 14 Tahun 1992 tentang kewajiban pengendara sepeda motor untuk menyalakan lampu dan menggunakan jalur sebelah kiri jalan. Tetapi benarkah penguna jalan terutama pengendara sepeda motor mematuhi atau menjalankan peraturan tersebut. Benarkah bahwa tingkat kecelakanan akan turun 60% dengan diberlakukannya peraturan tersebut. Benarkah dengan menggunakan jalur sebelah kiri maka tingkat kemacetan di Jakarta akan berkurang. Semuanya ini masih perlu di pertanyakan kembali.

Saya ingin memberikan komentar dengan dikeluarkannya peraturan tersebut. Karena saya termasuk salah satu dari puluhan ribu pengendara sepeda motor yang ada di Jakarta. Saya tahu persis bagaimana keadaan dijalan raya setelah diberlakukannya peraturan tersebut. Sejauh yang saya amati 4 hari setelah di berlakukanya peraturan tersebut. Para pengendara motor sudah tidak terlalu mematuhi. Masih saya jumpai pengendara motor yang tidak menyalakan lampunya di siang hari. Dari 10 pengendara sepeda motor, 3 sampai 4 sepeda motor yang mungkin dengan sengaja tidak menyalakan lampunya. Beragam memang alasan mereka, dari yang memang sengaja tidak dinyalakan dengan alasan pemborosan, sampai yang memang tidak tahu menahu dengan peraturan tersebut. Saya rasa memang sosialisasi peraturan tersebut yang kurang gencar, sehingga masih banyak pengendara motor yang belum mengetahuinya. Sejauh yang saya tahu, peraturan tersebut keluar hanya 2-3 hari sebelum peraturan tersebut diberlakukan. Memang sosialisasi tersebut dilakukan dengan menggunakan media cetak dan elektronik. Tetapi perlu di ketahui, mungkin ¾ pengendara sepeda motor di Jakarta, jarang atau tidak menonton berita di televisi atau membaca koran, waktu mereka di habiskan di jalan. Jadi wajar saja kalau mereka tidak tahu menahu dengan peraturan itu. Mau bangsa kita maju, baca terus

Bisa sembuhkah bangsa kita?

6 Des

Tulisan ini saya buat di dasarkan atas keperihatinan saya dengan perkembangan-perkembangan yang terjadi di negeri ini, Indonesia. Terus terang saya sangat miris mengikuti berita, baik itu melalui media cetak atau elektronik. Bangsa ini seolah-olah tidak pernah berhenti di landa bencana. Baik itu bencana alam ataupun bencana moral, bencana moral yang diawali dari masuknya peradaban dari negeri/negara lain.

Keperihatinan saya di mulai dari pendidikan kita, pendidikan dasar atau SD. Maraknya korban smakdown yang di tayangkan oleh salah satu televisi swasta di tanah air. Saya tidak habis pikir kenapa anak-anak (usia SD) suka sekali menonton tayangan tersebut. Jelas-jelas bahwa itu bohongan dan bukan sunguhan. Apalagi acara tersebut ditayangkan pada malam hari. Bagaimana sebenarnya kontrol orang tua terhadap tontonan anak-anaknya. Kalau memang orang tua punya jawaban ”saya/kami sudah mengontrol jadwal menonton mereka, tetapi mereka masih saja bisa menonton tayangan tersebut”. Memang banyak cara untuk menonton acara tersebut, bisa dari VCD atau Playstation. Namun sebenarnya cara ini masih bisa di sikapi, caranya yakni orang tua harus bisa mengontrol uang jajan anaknya. Selain itu orang tua juga harus bisa mengontrol jam main anak-anaknya. Memang orang tua menjadi kunci utama di sini. Di samping itu memang harus ada kontrol dari pemerintah, lembaga-lembaga terkait tentang acara/jadwal penayangan dari televisi-televisi yang ada di tanah air. Mau sembuh lanjutin bacanya